URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

“Sejak hujan malam Sabtu itu semua pompa keadaan on. Alhamdulillah tidak ada pompa yang rusak. Di setiap rumah pompa terutama yang berkaitan dengan adanya genangan kita jalan full semuanya. Dan sampai dengan saat ini masih tetap berjalan hingga siang,” ujar Sub Koordinator Operasi Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Hisyam Ashari, Minggu (1/1).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Terus Intensifkan Upaya Penanganan Banjir

Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Terus Intensifkan Upaya Penanganan Banjir

Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Terus Intensifkan Upaya Penanganan Banjir

Featured Image

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tidak henti-hentinya mengupayakan penanganan banjir. Dinas PU bahkan memastikan jika seluruh pompa air yang ada berfungsi secara maksimal. Sub Koordinator Operasi Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Hisyam Ashari mengatakan pihaknya telah menempatkan pompa portable di daerah-daerah yang rawan terjadi genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sejak hujan malam Sabtu itu semua pompa keadaan on. Alhamdulillah tidak ada pompa yang rusak. Di setiap rumah pompa terutama yang berkaitan dengan adanya genangan kita jalan full semuanya. Dan sampai dengan saat ini masih tetap berjalan hingga siang,” ujar Hisyam Minggu (1/1).

“Ya kemudian untuk penanganan yang lain saat ini di bawah jembatan tol di Arteri Soekarno Hatta kita upayakan pompa portable untuk menggenjot (air genangan),” lanjutnya.

Pemerintah Kota Semarang juga mengirimkan pompa air portable ke Stasiun Tawang guna mempercepat penanganan banjir di lokasi tersebut. Sebagaimana diketahui akibat kondisi Stasiun Tawang yang masih tergenang, saat ini pelayanan penumpang PT. KAI di Stasiun Semarang Tawang dialihkan sepenuhnya ke Stasiun Semarang Poncol.

Kota Semarang sendiri mempunyai 52 rumah pompa dengan total 119 unit pompa yang telah dipersiapkan untuk menangani banjir. Selain mengoptimalkan penggunaan pompa, DPU Kota Semarang juga akan memasang kisdam di sepanjang aliran sungai untuk mencegah limpasan air dan menutup kebocoran tanggul yang ada.

“Kemudian juga pompa dari BBWS baik itu di Sringin dan Tenggang juga dalam keadaan on terus. Untuk beberapa bocoran-bocoran (tanggul) kita full-kan tenaga untuk membuat kisdam dari karung yang kita tata untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada. Demikian juga di wilayah Mangkang, di Plumbon perbatasan antara Mangkang Wetan dan Mangunharjo itu ada beberapa titik juga kita buat kisdam karung,” jelas Hisyam.

“Itu upaya-upaya yang kita lakukan dan teman-teman dari DPU sampai saat ini pun tetap bekerja. Kemarin di beberapa jalan protokol ketika itu jalannya sudah bersih dari genangan (surut) diadakan pembersihan dari tim di PU juga,” tandasnya.

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

tes 12
asdasd asdasd
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved