URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) kembali menggelar Program Mudik Motor Gratis (Motis) 2025, yang memungkinkan pemudik membawa sepeda motor menggunakan kereta api. Program ini diselenggarakan oleh DJKA dan diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DJKA Kembali Gelar Motis 2025, Sediakan 7.424 Kuota Motor dan 16.960 Penumpang

DJKA Kembali Gelar Motis 2025, Sediakan 7.424 Kuota Motor dan 16.960 Penumpang

DJKA Kembali Gelar Motis 2025, Sediakan 7.424 Kuota Motor dan 16.960 Penumpang

Foto: Dokumen
Foto: Dokumen
Featured Image

RASIKAFM.COM | JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) kembali menyelenggarakan Program Mudik Motor Gratis (Motis) 2025. Pendaftaran program ini resmi dibuka mulai 8 Maret 2025.

Sebagai bagian dari inisiatif mudik gratis yang digelar oleh Kementerian Perhubungan, Motis tidak hanya memberikan kemudahan bagi pemudik yang menggunakan kereta api, tetapi juga bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh demi keselamatan pemudik. Melalui program ini, peserta dapat membawa sepeda motornya dengan kereta api sesuai dengan tujuan mudik yang telah ditentukan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa pada tahun ini program Motis menyediakan 7.424 kuota untuk sepeda motor dan 16.960 kuota untuk penumpang.

“Program Motis ini merupakan program yang secara rutin kami selenggarakan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran Pemerintah untuk masyarakat yang akan melaksanakan mudik pada Hari Raya Idul Fitri dengan lebih murah, aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya di kantor pusat Kementerian Perhubungan, Jumat (7/3). Risal juga menjelaskan bahwa mekanisme, rute perjalanan, serta ketentuan pendaftaran tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendaftaran Program Motis

Risal menambahkan bahwa pendaftaran program Motis akan dibuka dari 8 Maret hingga 7 April 2025, sementara pelaksanaan angkutannya berlangsung selama delapan hari.

“Pemberangkatan arus mudik dijadwalkan pada 26 – 29 Maret 2025, sedangkan arus balik akan berlangsung pada 4 – 6 April 2025,” jelasnya.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftar secara online melalui website nusantara.kemenhub.go.id atau secara langsung di beberapa stasiun yang telah ditunjuk, yaitu Stasiun Bekasi, Stasiun Depok Baru, Stasiun Tangerang, dan Stasiun Cibinong.

Rute Layanan Motis

“Tahun ini kami membuka dua rute utama layanan Motis, yaitu Lintas Utara dan Lintas Tengah. Lintas Utara mencakup rute Jakarta Gudang – Pasarsenen (penumpang) – Bekasi (penumpang) – Cirebon Prujakan – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang. Sementara itu, Lintas Tengah meliputi rute Jakarta Gudang – Pasarsenen (penumpang) – Cirebon Prujakan – Kroya – Gombong – Kebumen – Kutoarjo – Lempuyangan,” terang Risal.

Risal juga menyampaikan bahwa kuota harian program Motis mencakup 232 unit sepeda motor dan 530 penumpang untuk Lintas Utara, serta 696 unit sepeda motor dan 1.590 penumpang untuk Lintas Tengah.

Foto: Dokumen

“Program Motis tahun ini akan menggunakan kereta api kelas ekonomi dengan skema Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO), sebagai bentuk dukungan dan kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Dengan adanya subsidi ini, masyarakat bisa memanfaatkan layanan kereta api ekonomi secara gratis,” tambahnya.

Dari segi persyaratan, pendaftaran Motis Angkutan Lebaran 2025 tetap mengacu pada aturan tahun sebelumnya. Setiap calon peserta wajib memiliki KTP, SIM, dan STNK yang masih berlaku serta sepeda motor dengan kapasitas di bawah 200 cc. Selain itu, setiap pengiriman satu unit sepeda motor akan disertai dengan dua tiket penumpang kereta api serta satu tiket infant bagi anak berusia di bawah tiga tahun, yang diberikan secara gratis khusus bagi peserta Motis.

Program Motis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2025. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan bagi pemudik, terutama yang sebelumnya berencana menggunakan sepeda motor.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini, karena selain gratis, program Motis juga lebih aman, nyaman, dan mendukung kelancaran perjalanan mudik agar Hari Raya Idul Fitri dapat dinikmati dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman,” tutup Risal.

Informasi lebih lanjut mengenai program Motis dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi DJKA, yakni @ditjenperkeretaapian dan @motis.djka.

Sementara itu, untuk layanan aduan dan kendala pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi Whatsapp Hotline Motis di 0812 9997 2774. (hrs-wd)

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved