URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
- Aksi kekerasan terjadi lagi di Kota Semarang. Kali ini, dua orang diserang dan dirampas dua handphonenya di Oppa Car Wash Jalan Wr.Supratman Kapling 526, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang pada Minggu (22/1/2023) sekira pukul 23.45 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Orang Diserang di Wr Supratman Semarang, Dua Handphone Dirampas

Dua Orang Diserang di Wr Supratman Semarang, Dua Handphone Dirampas

Dua Orang Diserang di Wr Supratman Semarang, Dua Handphone Dirampas

featured-img

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Aksi kekerasan terjadi lagi di Kota Semarang. Kali ini, dua orang diserang dan dirampas dua handphonenya di Oppa Car Wash Jalan Wr.Supratman Kapling 526, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang pada Minggu (22/1/2023) sekira pukul 23.45 WIB.

Dua korban itu merupakan karyawan Oppa Car Wash masing-masing bernama Andi dan Iwan. Bos kedua korban, Amri menjelaskan, kejadian ini bermula ketika kedua korban dari cabang Oppa Car Wash di Jalan Candi Pawon Selatan 2 Kampung Ringin 3, Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan hendak menuju ke lokasi kejadian untuk mampir dan menyetor hasil bisnisnya.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Namun, ketika tiba di Pasar BK, kedua korban yang sedang melintas mengendarai sepeda motor itu dipepet oleh enam orang yang juga mengendarai sepeda motor. Para korban pada saat itu diminta untuk menepi dan menghentikan laju kendaraanya.

Namun, para korban menolak karena tidak kenal pada gerombolan anak remaja itu. “Karena tidak kenal akhirnya tidak mau stop, langsung masuk ke sini (Oppa Car Wash) kemudian dari enam orang itu juga masuk langsung gebukin terus diserang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (23/1/2023) malam.

Kekerasan yang dilakukan terhadap kedua korban yaitu dipukuli menggunakan tangan kosong, helm dan besi pagar. Akibat peristiwa itu, korban Andi mengalami luka lebam di wajah, tangan kanan, dan kepala sedangkan korban Iwan mengalami luka dibagian kepala dan wajah.

“Kalau alatnya tidak ada cuman pake helm dan juga nonjok. Barang buktinya ada di kita helm sama sendalnya dua sepasang sama besi, besinya dari sini besi palang pintu. Kalau kerugianya ya pasti fisik ya bonyok gitu dan juga handphone dua dirampas,” terangnya.

Disisi lain, dirinya tak mengenal para pengeroyokan tersebut. Dari rekaman CCTV, dua dari enam pelaku adalah wanita.

“Kita belum bisa memastikan tujuanya itu, mau merampok atau bagaimana kita belum tahu. itu kan 6 orang ya, perempuanya dua yang satu stay di motor terus yang lima orang kesini. Yang mukulin cowok empat yang cewek satu cuman ngelihatin,” bebernya.

Amri berharap kepada kepolisian agar segera mengungkap kasus ini. Saat ini dirinya mendampingi korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Saya kan pemilik sini jadi ini tanggung jawab saya. Harapanya semoga pelakunya cepat ketemu kita minta keadilan. Sudah laporan di Polsek Semarang Barat. Cuman kan untuk bukti laporan belum keluar, keluarnya hari Rabu karena kita baru visum dan masih diselidiki dulu karena kan kita tidak ada yang kenal sama orangnya (pelaku),” tuturnya.

Sementara itu, salah satu korban, Andi menjelaskan, pada saat di depan Pasar BK, ia dan rekannya dipepet oleh dua orang yang menaiki motor mio warna merah. Selain dipepet, ia saat mengendarai motor juga ditendang-tendang sembari diancam.

“Disuruh berhenti-berhenti saya gak mau karena gak kenal. Terus pas saya noleh diikuti lagi dua motor lagi sama juga disuruh berhenti. Begitu saya gak mau sampai dikejar terus saya masuk di tempt kerjaan saya langsung dikeroyok,” katanya.

Dirinya menjelaskan, dua handphone yang dirampas adalah milik rekannya. Pada saat itu, para pelaku masuk ke dalam kantor kemudian mengambil ponsel tersebut.

“Kalau saya cuma luka fisik aja, itu handphone dua milik teman saya semua. Kira-kira nominalnya sekitar Rp. 5 juta,” imbuhnya.

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta