URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Remaja kreatif itu bernama Adhe Tingkas Ilyas Kamantian (19) warga Perengsari RT 12/RW 2 jalan Perengsari Kuthowinangun Lor, Tingkir, Kota Salatiga. Ia mahir membuat alat kesenian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hanya Belajar Dari YouTube, Remaja 19 Tahun Asal Salatiga Kini Mahir Membuat Barongan

Hanya Belajar Dari YouTube, Remaja 19 Tahun Asal Salatiga Kini Mahir Membuat Barongan

Hanya Belajar Dari YouTube, Remaja 19 Tahun Asal Salatiga Kini Mahir Membuat Barongan

featured-img

Remaja kreatif itu bernama Adhe Tingkas Ilyas Kamantian (19) warga Perengsari RT 12/RW 2 jalan Perengsari Kuthowinangun Lor, Tingkir, Kota Salatiga. Ia mahir membuat alat kesenian.

Alat kesenian ini yakni barongan Jawa Timur dan berhasil dipasarkan sampai luar pulau Jawa.

Walaupun masih diusia 19 tahun, namun ia sudah berhasil membuat berbagai macam barongan seperti barongan kediri, bantengan, jaranan, dan celeng, topeng bujang ganong, topeng joko lodro, cekthak, jaran kepang dan lainnya.

Adhe mengaku menekuni kerajinan barongan ini sejak 2019 dan berawal dari iseng-iseng atau coba-coba.

Saat itu ia juga mengandalkan tutorial dari YouTube untuk mengukir reog.

“Saya otodidak belajarnya pakai You Tube kan banyak tutorial buat barongan begitu,” kata Adhe kepada wartawan Selasa (15/11/2022).

Dikatakan pertama kali membuat adalah jaranan yang berbentuk celeng dari itu ia merasa tertantang akhirnya mencoba membuat barongan.

“Nah habis itu saya nyoba cari kayu untuk buat barongan kayu Randu pertama kali karena tidak punya tatah ukir, saya hanya pakai tatah tukang bangunan sama cutter mas,” jelasnya.

Akhirnya barongan pertama jadi dan saat ini masih disimpan untuk kenangan.

Berawal dari situ ia ketagihan dan terus mencoba lagi belajar dari YouTube dan mencari referensi galeri model barongan, akhirnya barongan buatannya laku terjual. Walaupun sempat dihujat karena bentuknya awal-awal yang bagi orang kurang bagus.

“Saya posting ke grub Facebook jualan barongan mas. Pertama yang beli itu orang Klero, Tengaran langsung buat pentas,” paparnya.

Melihat ada peluang bisnis dari situ, Adhe semakin semangat dan membuat nama brand Barong Art Salatiga.

“Mayan banyak setelah sering posting dan jualan di shoope,” terangnya.

Saat ini dia sedang melayani pesanan dari tujuh pelanggan berasal dari Salatiga, Semarang, dan Kalimantan. Kayu yang digunakan juga semakin beragam.

“Sekarang buatnya pakai kayu Dadap Cangkring, Waru Lengis, terus kayu Randu. Kalau Randu itu tidak tahan lama mas,” ujarnya.

Dengan kayu Dadap Cangkring itu barongan buatannya bisa bertahan lebih dari lima tahun.
Lama waktu membuat datu barongan yakni kurang lebih satu bulan.

Untuk barongan buatannya Adhe mulai dari harga Rp 1,5 Juta sampai Rp 3,5 juta tergantung pada jenis barongan dan ukurannya.

“Ukuran ada 17cm, 20 cm, diatasnya 22cm, 23cm, paling besar 25cm yang kecil itu buat mainan anak-anak, harganya Rp 400 ribu,” jelasnya.

Sementara untuk standar pentas ukuran 20 cm ke atas. Harganya mulai dari Rp 1,5 juta.

“Kalau yang paling laris itu model biasa mas, reog Kediri kalau yang model devil itu yang mahal karena membuatnya cukup susah,” katanya.

Tidak hanya barongan, Adhe juga membuat beragam topeng untuk pentas mulai dari Rp 300 Ribu sampai Rp 700 Ribu.

“Ini saya juga baru selesai buat yang model reog Ponorogo baru pertama buat ini mas satu bulan prosesnya,” ungkapnya.

Kedepannya Adhe ingin melestarikan dan membuat kesenian reog daerah lainnya.

Saat ini ia sudah mengumpulkan beragam jenis kesenian reog dari berbagai daerah.

“Tidak hanya Kediri, Tulungagung, dan Ponorogo tapi kesenian daerah lainnya di daerah Jawa. Seperti Bantengan dari Malang dan Joko Lodro dari Blora itu tarian kan bagus mas sigrak gitu. Pengen tak buat,” ujarnya.

Adhe saat diwawancarai Wartawan

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara