KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hendak Tawuran, Sekelompok Remaja Bawa Sajam di Bergas Diamankan Polisi

Hendak Tawuran, Sekelompok Remaja Bawa Sajam di Bergas Diamankan Polisi

Hendak Tawuran, Sekelompok Remaja Bawa Sajam di Bergas Diamankan Polisi

Sejumlah sajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran berhasil diamankan petugas Polsek Bergas, Rabu (14/6/2023). (Foto/ dok. Humas Polres Semarang)

[@]Sekelompok pemuda yang diduga hendak tawuran berhasil dibubarkan oleh petugas Polsek Bergas, Rabu (14/6/2023). Para remaja tersebut diketahui oleh personel patroli Polsek Bergas yang saat berkumpul di sekitar terminal Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Dari keterangan Kapolsek Bergas AKP Wahyono, diketahui bahwa petugas berhasil mengamankan 2 orang dari 8 orang remaja. Masing-masing adalah warga Kecamatan Ungaran Timur, yaitu HS (16) warga Kelurahan Sidomulyo dan MS (14) warga Kelurahan Mluweh.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, tim kami mengetahui ada sekelompok remaja yang nongkrong di sekitar terminal Karangjati. Setelah mengetahui kedatangan polisi, sejumlah remaja kabur melarikan diri. Namun personel berhasil mengamankan 2 orang,” ungkapnya di Ungaran, Jumat (16/6/2023).

Kapolsek menyampaikan, dari penyisiran di lokasi ditemukan sebuah karung yang berisi senjata tajam (sajam) yang diduga akan digunakan untuk melakukan tawuran. Setelah diamankan di Mapolsek Bergas, pihaknya mendapat keterangan bahwa para remaja tersebut sebagian besar berasal dari salah 1 SMK swasta di Kabupaten Semarang.

“Dari keterangan HS, diketahui bahwa 6 remaja yang melarikan diri berinisial RF (17) dan PD (17) keduanya warga Pringapus, SH (17) dan LS (17) warga Ungaran Timur, serta DA (17) dan IH (17) warga Bergas. Sedangkan MS merupakan siswa salah satu MTs di Kota Semarang dan baru lulus. Sehingga kami berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk datang ke Polsek Bergas,” ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan diketahui alamat dari remaja yang melarikan diri, pihak Polsek Bergas berhasil mengamankan ke 6 remaja yang lain didampingi pihak orang tua.

“Kami kumpulkan semua remaja yang diduga melakukan tawuran tersebut. Dari keterangan SH, kelompoknya mendapat tantangan dari akun media sosial untuk melakukan tawuran di wilayah Pasar Karangjati. Namun setelah ditunggu hingga pukul 21.30 WIB tidak kunjung datang,” sambungnya.

Kepada para remaja yang diamankan, Polsek Bergas melakukan pembinaan dan mengembalikan kepada pihak orangtua dengan membubuhkan surat pernyataan di atas meterai. Serta akan melakukan wajib lapor seminggu 2 kali didampingi orang tua ke Polsek Bergas.

“Kepada pihak orang tua yang mempunyai anak menginjak usia remaja, kami berpesan untuk lebih intensif memberikan pengawasan dalam pergaulan, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk ikut serta mengawasi selama di sekolah,” tandasnya. (win)

 

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]