URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras berintensitas tinggi menyebabkan banjir besar di Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026) siang. Warga bersama BPBD dan aparat turun ke lokasi setelah air setinggi paha merendam jalan dan permukiman. Banjir diduga dipicu drainase tersumbat dan derasnya aliran air dari wilayah atas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Intensitas Hujan Tinggi, Kalirejo Ungaran Timur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Intensitas Hujan Tinggi, Kalirejo Ungaran Timur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Intensitas Hujan Tinggi, Kalirejo Ungaran Timur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup sebagian badan Jalan Jati Raya, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (12/2/2026) sore. Foto: win
Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup sebagian badan Jalan Jati Raya, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (12/2/2026) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, menyebabkan banjir cukup besar di Kelurahan Kalirejo.

Sejumlah titik dilaporkan diterjang banjir bandang dan genangan air, seperti di ruas jalan Ungaran-Mranggen dan Jalan MT Hariyono yang ketinggian airnya mencapai paha orang dewasa.

Salah satu warga Kalirejo, Bambang Muntaha, mengatakan hujan turun sangat lebat sejak selepas waktu duhur. Tak lama kemudian, air dari wilayah atas mengalir deras ke permukiman warga.

“Memang curah hujan lebat sekali. Tapi yang perlu diperhatikan, dengan adanya objek wisata di bagian atas. Menurut informasi, aliran sekatan air itu mengarah ke barat semua atau ke kampung sini semua. Ini perlu kita cek kebenarannya,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ia menyebut peristiwa kali ini termasuk yang terbesar dibanding kejadian sebelumnya. Biasanya, genangan hanya berskala kecil dan dapat ditangani warga secara gotong royong tanpa melibatkan banyak pihak.

“Ini termasuk paling besar. Biasanya kecil-kecil dan bisa kami tangani sendiri. Sekarang besar sekali, mungkin karena sudah tidak ada serapan air lagi,” katanya.

Bambang berharap dinas terkait dan para pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk melakukan investigasi menyeluruh, termasuk meninjau sistem drainase dan standar pengelolaan lingkungan di kawasan wisata tersebut.

“Kami berharap pemerintah memanggil stakeholder terkait, mari sama-sama investigasi apakah saluran itu benar mengarah ke sini semua. Termasuk apakah di objek wisata itu sudah menerapkan sistem lingkungan yang benar dalam pembangunan maupun pelaksanaannya,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Ungaran Timur, Wahyu Widayat, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya BPBD Kabupaten Semarang, Polsek Subsektor Ungaran Timur, Linmas, serta lurah setempat.

“Kami langsung bersama masyarakat meninjau lokasi. Tadi di daerah bawah, drainasenya mampet dan aliran air dari atas sangat deras sekali,” jelas Wahyu.

Ia menyampaikan lurah setempat telah diminta untuk segera bersurat dan mengundang seluruh pihak terkait, termasuk tokoh masyarakat, Perhutani, pengelola obyek wisata, dan stakeholder lainnya guna mencari solusi bersama.

“Supaya ada penanganan khusus sehingga tidak terjadi lagi banjir dari atas maupun longsoran kecil seperti ini. Petunjuk Bapak Bupati, semua camat di musim seperti ini harus standby dan monitor bersama stakeholder terkait,” tambahnya.

Untuk penanganan darurat, BPBD mendatangkan alat berat guna menggeser material tanah yang terbawa arus agar tidak memperparah banjir ke wilayah bawah. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan dengan pengalihan arus sementara demi keselamatan warga. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved