URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kades Jombor Ajak Warganya Untuk Bermental Bos

Kades Jombor Ajak Warganya Untuk Bermental Bos

Kades Jombor Ajak Warganya Untuk Bermental Bos

featured-img
Kades Jombor Tuntang H. Darso berharap warganya mempunyai mental bos

Harapan itu disampaikan oleh Kepala Desa Jombor Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, H. Darso. Ia mengajak warganya untuk berwirausaha dan mandiri. Tujuanya agar perekonomian warga desa semakin baik apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Dikatakannya untuk mencapai semua itu maka warga diajak secara bersama sama mengembangkan potensi desa.”Warga saya ini kebanyakan berdagang dan jual beli barang bekas. Selain itu barang bekas sebagian juga direstorasi, sehingga ketika kembali dijual harganya akan lebih tinggi,”ungkapnya saat ditemui rasikafm.com, Sabtu (31/7/2021).

Darso mengajak agar warganya untuk membangun mental bos, karena sekecil apapun usahanya itu adalah bos, bukan karyawan.”Kalau bewirausaha mereka adalah jadi bos bukan karyawan. Kalaupun mereka kerja diperusahaan besar, dengan gaji yang besar sekalipun namun statusnya masih menjadi karyawan. Ajakan tersebut maksud saya untuk mengajak masyarakat mandiri dalam menekuni berbagai usaha,”tuturnya.

– Harapan kades Jombor kepada warganya
– Dirut Bumbes Jombor Riana Dewi

Dia menambahkan, untuk mewujudkan itu nantinya Pemerintah Desa Jombor tentunya juga akan mendukung dan mensuport.”Nantinya melalui BUMDes Agung Lestari Desa Jombor akan mencanangkan berbagai progam pembinaan. Jadi nanti warga menekuni usaha apa, kita akan melakukan pembinaan,”ucapnya.

Dikatakan Darso, saat ini BUMDes Agung Lestari terus menata dan mencanangkan berbagai progam dengan tujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi warganya serta mengembangkan potensi desa.

“Progam progam tersebut diantaranya pada sektor perdagangan, pertanian dan jasa serta usaha lainya. Selain itu nantinya juga akan mengolah sampah untuk dijadikan pupuk kompos,”pungkasnya

Senada dengan harapan kadesnya,
Dirut Bumdes Agung Lestari Riana Dewi mengaku siap akan membantu program kerja Pemdes Jombor

“Karena tujuan dibentuknya Bumdes adalah menggerakkan perekonomian warga desa agar lebih maju dan menciptakan peluang baru dibidang ekonomi” kata Riana (rief)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan