RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Beruntun Di Mijen, Satu Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Beruntun Di Mijen, Satu Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Beruntun Di Mijen, Satu Orang Meninggal Dunia

 SEMARANG – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan RM Hadi Soebeno atau tepatnya di depan PT. Eswin Mandiri, Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen pada Jumat (12/11/2021) sekitar pukul 14.50 WIB.

Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kecelakaan yang melibatkan truk kontainer, sepeda motor dan bus mini tersebut. Korban diketahui bernama Anisa (36) warga Dusun Sasak, Kabupaten Kendal. Pengendara motor itu mengalami luka parah dibagian kepala dan langsung dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang.

“Saya pas di dalam rumah, tiba-tiba dengar suara braak dikira pagar rumah tetangga saya roboh. Itu kan kejadian pas hujan deras. Terus saya keluar, lihat, ternyata kecelakaan,” ujar warga sekitar, Aminah di lokasi kejadian.

Sementara itu, warga lainnya, Suyitno mengatakan, kecelakaan bermula saat bus mini bernomor polisi H-1473-BM melaju dari Boja (Barat) menuju Semarang (Timur).

Kemudian saat tiba di akses pintu masuk ke PT Eswin Mandiri, bus warna merah itu  ditabrak truk kontainer bernomor polisi H-1885-H dari arah samping. Sementara, korban yang dari arah timur menuju ke barat juga ikut tersambar.

“Pengendara motor meninggal, masuk kolong truk. Korbannya perempuan,” pungkasnya.

Akibat tabrakan tersebut, lanjut dia, bus penumpang itu terdorong ke tepi jalan, tergencet pagar rumah warga dengan keadaan berhenti persis di atas selokan air. Sedangkan truk melintang menutup jalan raya, dan motor Honda Beat milik korban tergeletak di tengah jalan, depan truk trailer.

“Dengar-dengar, yang truk trailer remnya Blong. Mluncur keluar dari perusahaan, kemudian nabrak bus dan sepeda motor,” terangnya.

Sedangkan saksi mata yang enggan disebutkan namanya menerangkan, informasi yang ia peroleh, sebelumnya truk tersebut mengalami mesin tidak mau menyala. Dia menduga truk itu mengalami kerusakan pada bagian accu.

“Katanya accunya tekor. Terus mau diganti. Tapi, tau-tau mesin menyala dan melaju menuju jalan raya. Direm tidak bisa,” kata perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Kendaraan truk berhasil dievakuasi sekitar 15.00. Sedangkan bus mini, dievakuasi memakan waktu yang cukul lama. Akibat kejadian tersebut, arus lalulintas juga sempat dihentikan.

Dalam pantauan, evakuasi bodi bus ditarik menggunakan kendaraan dari komunitas Jeep, lebih dari empat mobil. Sedangkan bus mini berhasil dievakuasi kurang lebih sekitar pukul 17.00 WIB.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran