KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kenaikan Harga Kedelai Tidak Bergejolak di Kabupaten Semarang

Kenaikan Harga Kedelai Tidak Bergejolak di Kabupaten Semarang

Kenaikan Harga Kedelai Tidak Bergejolak di Kabupaten Semarang

Ilustasi , Tempe

RASIKAFM – Tingginya harga kedelai sempat membuat tahu dan tempe menghilang dari pasaran. Semakin tingginya harga kedelai impor juga terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Cahyono membenarkan, harga komoditas kedelai impor tengah mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir. Harga komoditas kedelai impor di pasaran saat ini sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram.

Beberapa pekan sebelumnya, harga kedelai impor di pasaran terpantau masih berkisar Rp 8.000 per kilogram. Mendekati perayaan hari besar agama akhir tahun lalu, harga kedelai impor sempat mengalami kenaikan hanya beberapa hari dan kemudian turun kembali.

Namun dalam beberapa hari ini, harga kedelai impor kembali melonjak hingga Rp 9.000 per kilogram. Pihaknya menduga, penyebab kenaikan harga kedelai tersebut karena pengaruh impor dan masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Meski begitu, di Kabupaten Semarang tidak sampai bergejolak, karena kenaikan harga tersebut dianggap masih cukup terjangkau.

Ketersediaan komoditas kedelai di Kabupaten Semarang masih cukup terkendali dan masih aman untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Diskomperindag Kabupaten Semarang akan meningkatkan pengawasan dan pengecekan di lapangan. Jika nantinya diketahui ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan menimbun dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan lebih besar, Pemkab atau aparat penegak hukum dengan Satgas Pangan tidak akan tinggal diam.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]