URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua APDESI Kabupaten Demak, Supriyanto, mengimbau kepala desa di 13 kecamatan untuk sosialisasi kepada warga agar menjaga keamanan dan ketertiban selama takbir keliling Idul Fitri. Dalam rilisnya, Supriyanto menekankan agar kepala desa bekerja sama dengan instansi terkait seperti Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP untuk meminimalisir terjadinya konflik antar warga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ketua APDESI Demak Himbau Jangan ada Gesekan Saat Takbir Keliling

Ketua APDESI Demak Himbau Jangan ada Gesekan Saat Takbir Keliling

Ketua APDESI Demak Himbau Jangan ada Gesekan Saat Takbir Keliling

Supriyanto, ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Demak
featured-img

RASIKAFM.COM | DEMAK - Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Demak Supriyanto, menghimbau kepada seluruh Kepala desa di 13 kecamatan di Demak untuk mensosialisasikan warganya agar menjaga keamanan dan ketertiban selama mengikuti kegiatan takbir keliling dimalam Idul Fitri yang diselenggarakan tiap-tiap desa.

Supriyanto mengaku kegiatan yang diselenggarakan setahun sekali tersebut kerap terjadi gesekan antar warga, meski demikian pihaknya tetap mempersilakan warga untuk melakukan takbir keliling.

” Seluruh Kepala desa yang tergabung dalam Apdesi untuk mengawasi betul kegiatan takbir keliling dimalam lebaran,” tegas Supriyanto, dalam rilisnya yang diterima Rasika FM.

Diharapkan kepala desa untuk senantiasa berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan Satpol PP selama takbir keliling berlangsung, untuk meminimalisir terjadinya konflik antar warga.

” Saya wajibkan kepala desa untuk menggandeng pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP,” terang ketua Apdesi Demak ini.

Sementara itu Sesuai dengan kesepakatan para tokoh alim ulama di kabupaten Demak, lanjut kepala desa Surodadi ini, agar tidak memamerkan replika Ogoh-ogoh atau patung atau benda yang bernyawa dalam arak-arakan takbir keliling.

” Replika yang bernyawa dihimbau untuk tidak dipamerkan saat takbir keliling, diganti dengan benda mati seperti, Ka’bah dan sebagainya,” pungkas Supriyanto.

BACA JUGA :

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

ASUS menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia untuk mendukung profesional hybrid dan pelaku usaha kecil-menengah melalui performa AI hingga 50 NPU TOPS, layar 14 inci IPS atau OLED, serta keamanan enterprise. Laptop berbasis AMD Ryzen AI 7 445 ini menawarkan RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 3TB, Wi-Fi 7, dan bodi ringan mulai 1,27 kilogram.
ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting