KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

SEMARANG – Ratusan pedagang relokasi Pasar Johar yang terletak di Jalan Arteri Soekarno-Hatta (Soetta) atau dekat dengan kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang mengalami musibah yang sangat merugikan.

Pasalnya, rata-rata masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional tersebut seluruh usahanya atau dagangannya ludes dilahap si jago merah.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Rabu (2/2/2022) sekira pukul 18.30 WIB. Menurut informasi, kobaran api melahap seluruh kios di relokasi pasar johar blok F dan blok E. Rinciannya yaitu blok F 1 sampai dengan F 9 lalu E1 hingga E 8 dengan total kios mencapai ratusan.

Salah satu pedagang Agus, mengaku sudah dua kali ketika berjualan di Pasar Johar mengalami kebakaran hingga harus merugi hingga ratusan juta. Peristiwa kebakaran pertama yang ia alami itu pada tahun 2015 dan yang kedua pada Rabu (2/2) malam.

Saat ini dirinya belum tahu langkah apa selanjutnya ealam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, satu-satunya mata pencaharian dirinya dan keluarganya ludes tak tersisa dilahap api.

Oleh karena itu, pedagang pecah belah itu meminta kepada pemerintah Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah untuk segera menurunkan bantuan agar dirinya dan pedagang lainnya bisa melanjutkan usahanya dalam berjualan.

“Semoga bantuan dari Pemerintah cepat diberikan untuk modal lagi. Memang kebakaran ini musibah mau gimana lagi mau gak mau ya diterima,” ujarnya ketika ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (3/2/2022).

Agus menjelaskan, saat kejadian kebakaran, posisi dirinya sedang berada di rumah karena sudah pulang berdagang. Kemudian, awal ia mengetahui kebakaran setelah ditelfon oleh rekannya blok F ia tempat berjualan dilahap api.

Karena panik mendengar hal itu, dirinya lantas langsung menuju tempat usahanya untuk mengamankan barang-barang dagangannya. Namun, setelah sampai dilokasi, dirinya pun juga tak bisa apa-apa lantaran api sudah besar dan tidak memungkinkan untuk diterjang.

Saat ini ia tengah fokus membersihkan lapak dagangannya yang hangus terbakar dan mencari sisa-sisa barang yang masih mempunyai nilai jual untuk didagangkan kembali.

“Sudah sampai sini pas kebakaran ya sama aja tidak bisa nyelamatin barang-barang. Ini dagangannya saya tidak ada yang tersisa, kecuali sisa-sisa ini yang bisa dirongsokan,” paparnya.

Sedangkan Anna, pemasok barang dagangan di relokasi Pasar Johar mengaku bingung karena akibat kebakaran ini ia juga harus merugi hingga ratusan juta.

Sebab, pasokan barang gabah pecah belah yang ia setorkan kepada puluhan pedagang di pasar tersebut belum terbayarkan. Ia juga meminta kepada pemerintah untuk segera menurunkan bantuan agar dirinya dan pedagang lainnya bisa melanjutkan usaha dalam berdagang.

“Saya tu nyetoki semua pedagang gerabah disini ada 40an pedagang dan itu belum lunas semua,” imbuhnya.

Sementara itu, etugas Damkar mampu menjinakan api selepas kurang lebih tiga jam berjibaku memadamkan api.

“Iya tiga jam kami bekerja keras memadamkan api, tadi pukul 22.00 api sudah padam,” kata Kepala Damkar Semarang, Agus Harmunanto.

Petugas Damkar yang diback-up penuh oleh pihak TNI-Polri dan jajaran relawan Semarang, kini masih fokus dalam proses pendinginan api. Ia menyebut, proses pendinginan memakan waktu yang lama. Sebab, barang yang terbakar mayoritas berupa kain dan kayu yang tak mudah padam begitu saja.

“Kalau bahan itu lama kalau jadi bara sehingga kami tak ada patokan waktu untuk melakukan pendinginan api agar tak muncul sumber api baru. Bisa saja sampai besok pagi tentu siap,” ungkapnya.

Damkar Semarang mengerahkan seluruh armada berjumlah 10 unit, water canon 3 unit. Adapula bantuan dari daerah penyangga seperti Kendal,Kabupaten
Semarang, Demak, Kudus, Salatiga.

“Personil untuk daerah kami sendiri ada 146 orang, belum lagi dari daerah lain,” tuturnya.

Dalam pantauan pukul 08.00 WIB, para pedagang yang terdampak kebakaran kini sedang membersihkan lapaknya dan mencari barang-barang dagangan yang masih bisa dijual. Terlihat jelas pada seluruh kios yang berada di blok E dan F hangus dilahap jago merah.

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama