URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

"Semoga bantuan dari Pemerintah cepat diberikan untuk modal lagi. Memang kebakaran ini musibah mau gimana lagi mau gak mau ya diterima," ujar Agus, salah satu pedagang ketika ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (3/2/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

Kondisi Pasca Kebakaran Relokasi Pasar Johar, Pedagang Minta Bantuan Dari Pemerintah Segera Diturunkan

Featured Image

SEMARANG – Ratusan pedagang relokasi Pasar Johar yang terletak di Jalan Arteri Soekarno-Hatta (Soetta) atau dekat dengan kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang mengalami musibah yang sangat merugikan.

Pasalnya, rata-rata masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional tersebut seluruh usahanya atau dagangannya ludes dilahap si jago merah.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Rabu (2/2/2022) sekira pukul 18.30 WIB. Menurut informasi, kobaran api melahap seluruh kios di relokasi pasar johar blok F dan blok E. Rinciannya yaitu blok F 1 sampai dengan F 9 lalu E1 hingga E 8 dengan total kios mencapai ratusan.

Salah satu pedagang Agus, mengaku sudah dua kali ketika berjualan di Pasar Johar mengalami kebakaran hingga harus merugi hingga ratusan juta. Peristiwa kebakaran pertama yang ia alami itu pada tahun 2015 dan yang kedua pada Rabu (2/2) malam.

Saat ini dirinya belum tahu langkah apa selanjutnya ealam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, satu-satunya mata pencaharian dirinya dan keluarganya ludes tak tersisa dilahap api.

Oleh karena itu, pedagang pecah belah itu meminta kepada pemerintah Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah untuk segera menurunkan bantuan agar dirinya dan pedagang lainnya bisa melanjutkan usahanya dalam berjualan.

“Semoga bantuan dari Pemerintah cepat diberikan untuk modal lagi. Memang kebakaran ini musibah mau gimana lagi mau gak mau ya diterima,” ujarnya ketika ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (3/2/2022).

Agus menjelaskan, saat kejadian kebakaran, posisi dirinya sedang berada di rumah karena sudah pulang berdagang. Kemudian, awal ia mengetahui kebakaran setelah ditelfon oleh rekannya blok F ia tempat berjualan dilahap api.

Karena panik mendengar hal itu, dirinya lantas langsung menuju tempat usahanya untuk mengamankan barang-barang dagangannya. Namun, setelah sampai dilokasi, dirinya pun juga tak bisa apa-apa lantaran api sudah besar dan tidak memungkinkan untuk diterjang.

Saat ini ia tengah fokus membersihkan lapak dagangannya yang hangus terbakar dan mencari sisa-sisa barang yang masih mempunyai nilai jual untuk didagangkan kembali.

“Sudah sampai sini pas kebakaran ya sama aja tidak bisa nyelamatin barang-barang. Ini dagangannya saya tidak ada yang tersisa, kecuali sisa-sisa ini yang bisa dirongsokan,” paparnya.

Sedangkan Anna, pemasok barang dagangan di relokasi Pasar Johar mengaku bingung karena akibat kebakaran ini ia juga harus merugi hingga ratusan juta.

Sebab, pasokan barang gabah pecah belah yang ia setorkan kepada puluhan pedagang di pasar tersebut belum terbayarkan. Ia juga meminta kepada pemerintah untuk segera menurunkan bantuan agar dirinya dan pedagang lainnya bisa melanjutkan usaha dalam berdagang.

“Saya tu nyetoki semua pedagang gerabah disini ada 40an pedagang dan itu belum lunas semua,” imbuhnya.

Sementara itu, etugas Damkar mampu menjinakan api selepas kurang lebih tiga jam berjibaku memadamkan api.

“Iya tiga jam kami bekerja keras memadamkan api, tadi pukul 22.00 api sudah padam,” kata Kepala Damkar Semarang, Agus Harmunanto.

Petugas Damkar yang diback-up penuh oleh pihak TNI-Polri dan jajaran relawan Semarang, kini masih fokus dalam proses pendinginan api. Ia menyebut, proses pendinginan memakan waktu yang lama. Sebab, barang yang terbakar mayoritas berupa kain dan kayu yang tak mudah padam begitu saja.

“Kalau bahan itu lama kalau jadi bara sehingga kami tak ada patokan waktu untuk melakukan pendinginan api agar tak muncul sumber api baru. Bisa saja sampai besok pagi tentu siap,” ungkapnya.

Damkar Semarang mengerahkan seluruh armada berjumlah 10 unit, water canon 3 unit. Adapula bantuan dari daerah penyangga seperti Kendal,Kabupaten
Semarang, Demak, Kudus, Salatiga.

“Personil untuk daerah kami sendiri ada 146 orang, belum lagi dari daerah lain,” tuturnya.

Dalam pantauan pukul 08.00 WIB, para pedagang yang terdampak kebakaran kini sedang membersihkan lapaknya dan mencari barang-barang dagangan yang masih bisa dijual. Terlihat jelas pada seluruh kios yang berada di blok E dan F hangus dilahap jago merah.

BACA JUGA :

Gubernur Ahmad Luthfi
Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026
santri di era digital
Pesantren di Era Digital: Menjaga Akar Peradaban di Tengah Arus Perubahan Zaman
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
Ribuan pencari kerja, mayoritas lulusan baru, memadati Job Fair 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 26 perusahaan membuka 6.969 lowongan kerja dari berbagai sektor, sementara para peserta mengeluhkan syarat pengalaman kerja yang masih menjadi kendala utama bagi fresh graduate dalam memasuki dunia kerja.
Lulusan S1 Berburu Kerja di Job Fair, Terhambat Persyaratan Pengalaman

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Gubernur Ahmad Luthfi
Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora menjadi prioritas perbaikan melalui Anggaran Perubahan 2026 setelah kondisi jalan rusak memicu protes warga....
santri di era digital
Pesantren di Era Digital: Menjaga Akar Peradaban di Tengah Arus Perubahan Zaman
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus informasi, pesantren tetap bertahan sebagai lembaga pendidikan yang membentuk karakter, akhlak, dan spiritualitas santri. Tradisi mondok dinilai...
Disdikbudpora Kabupaten Semarang memperketat verifikasi piagam prestasi pada pelaksanaan SPMB 2026 untuk memastikan keabsahan dokumen calon peserta didik jalur prestasi. Proses pemeriksaan dilakukan hingga malam hari karena tingginya jumlah piagam yang masuk, sekaligus mengantisipasi penggunaan dokumen tidak sesuai ketentuan dalam seleksi penerimaan siswa baru.
Disdikbudpora Kabupaten Semarang Perketat Verifikasi Piagam Prestasi, Antisipasi Dokumen Aspal dalam SPMB 2026
Disdikbudpora Kabupaten Semarang memperketat verifikasi piagam prestasi pada pelaksanaan SPMB 2026 untuk memastikan keabsahan dokumen calon peserta didik jalur prestasi. Proses pemeriksaan dilakukan hingga...
Polisi Salatiga Tangkap Pengedar Sabu saat Pelaku Asik Menikmati Es Teh Jumbo di Demak
Polisi Salatiga Tangkap Pengedar Sabu saat Pelaku Asik Menikmati Es Teh Jumbo di Demak
Satresnarkoba Polres Salatiga menangkap dua pengedar sabu berinisial SSI alias Kecing dan AW alias Mento di Kecamatan Sayung, Demak, Selasa malam. Penangkapan dilakukan setelah pengembangan kasus pengguna...
Majelis Masyayikh di Sidang MK Negara Wajib Biayai Pendidikan Pesantren
Majelis Masyayikh di Sidang MK: Negara Wajib Biayai Pendidikan Pesantren
Ketua Majelis Masyayikh sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU, Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan negara wajib membiayai pendidikan pesantren saat sidang uji materi UU Pesantren di Mahkamah Konstitusi, Rabu (3/6/2026)....
Muat Lebih

POPULER

Grup hadroh modern Ukhti Salam Bernada (USB) yang beranggotakan 17 pensiunan pejabat Pemerintah Kota Salatiga tampil memukau dalam acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu (23/5/2026). Dibentuk pada Februari 2026 sebagai wadah silaturahmi dan berkarya, grup ini memadukan rebana dengan alat musik modern serta telah menerima sejumlah undangan pentas di berbagai daerah sekitar Salatiga.
Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved