URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) di Kecamatan Tuntang, Semarang memiliki pelayanan bagus pada tahap awal operasi. Perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan optimalisasi layanan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kunjungi MPP dan PLUT KUMKM Tuntang, Ini Masukan DPRD Kabupaten Semarang

Kunjungi MPP dan PLUT KUMKM Tuntang, Ini Masukan DPRD Kabupaten Semarang

Kunjungi MPP dan PLUT KUMKM Tuntang, Ini Masukan DPRD Kabupaten Semarang

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jalan dua bulan beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) yang berlokasi di Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, sejumlah hal masih mendapatkan sorotan kalangan legislator di Bumi Serasi.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, pada tahap awal secara umum pelayanan yang diberikan oleh masing-masing gerai instansi yang ada di MPP ini sudah cukup bagus. Akan tetapi beberapa hal perlu ditingkatkan agar semakin optimal.

“Kita harapkan layanan kebutuhan masyarakat yang meliputi perijinan, pajak, SIM dan pelayanan masyarakat yang sifatnya umum lainnya bisa optimal. Memang ini tahun pertama, perlu peningkatan sarana prasarana dan sumber daya manusianya,” ungkapnya saat melakukan kunjungan ke MPP dan PLUT KUMKM di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (8/2/2023).

Dikatakan Bondan, pihaknya masih memaklumi jika pelayanan yang diberikan kepada masyarakat masih terdapat sejumlah kekurangan. Meski begitu, orang nomor satu di jajaran legislatif Kabupaten Semarang ini menaruh harapan besar jika MPP bisa dimaksimalkan, apalagi jika menilik lokasinya yang strategis untuk mengakomodasi warga Kabupaten Semarang bagian selatan.

“Tahun pertama kami sangat memahami, tapi ini sekaligus sebagai evaluasi dan masukan agar ke depan semakin baik dan menyeluruh,” terangnya.

Sedangkan terkait dengan PLUT KUMKM, Bondan menambahkan saat ini digitalisasi merupakan suatu keharusan. Termasuk UMKM sudah harus bermigrasi dengan memanfaatkan internet.

“Tidak bisa konvensional lagi. Peningkatan peran UMKM saat ini dituntut harus digital, baik dari sisi pemasaran produk maupun manajemennya,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud yang turut mendampingi menyampaikan masukan terkait pelayanan di MPP ini. Menurutnya, akan lebih baik jika pelayanan bisa terintegrasi dan selesai saat masyarakat mengakses MPP.

“Kalau perpanjangan SIM, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Kartu AK1 (Kartu Kuning) bisa selesai di sini. Tapi kalau bikin baru, masih ada beberapa langkah lagi yang tidak bisa rampung sekali datang ke sini,” paparnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar sosialisasi terkait keberadaan dan jenis pelayanan yang diberikan di MPP dan PLUT KUMKM ini semakin masif. Sebab, saat ini ia menilai belum banyak masyarakat Kabupaten Semarang yang memanfaatkan fasilitas ini.

“Kalau sosilisasinya masif, ini sangat membantu,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro menerangkan sejak MPP dan PLUT KUMKM dibuka pada Desember 2022 lalu, jumlah pemohon sudah mulai meningkat meski belum sesuai dengan yang diharapkan.

“Idealnya dengan 23 gerai instansi vertikal dan OPD serta 2 perbankan, dalam satu hari paling tidak ada 200 orang. Tapi saat ini masih 50 sampai 60 orang, paling banter 75 orang saat momen tertentu,” ujarnya.

Diakui Soekendro, masih terdapat beberapa gerai yang belum tersedia di MPP ini. Contohnya adalah gerai PT Pos Indonesia.

“Sehingga jika ada warga yang membutuhkan materai harus keluar dulu,” katanya.

Terkait saran yang disampaikan oleh kalangan dewan, Soekendro mengaku berterima kasih dan akan menjadikannya bahan evaluasi. Diakuinya masih terdapat sejumlah kendala untuk mewujudkan masukan yang disampaikan tersebut. Misalnya terkait dengan pembuatan SIM baru yang memerlukan suatu alat yang hanya bisa diakses oleh polri.

“Kendalanya lebih ke teknis antar instansi. Jika suatu saat ada penghibahan dari polri ke Pemkab Semarang, insyaallah bisa diwujudkan,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved