URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Semarang secara online ternyata masih menyisakan kursi kosong atau belum terpenuhi. Sejauh ini ada dua sekolah hasil dari PPDB SD online di Semarang yang belum terisi penuh.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kuota Murid Baru Beberapa SD Belum Terpenuhi, Ini Penjelasan Disdik Semarang

Kuota Murid Baru Beberapa SD Belum Terpenuhi, Ini Penjelasan Disdik Semarang

Kuota Murid Baru Beberapa SD Belum Terpenuhi, Ini Penjelasan Disdik Semarang

SD Negeri Kembangsari 02 membuka pendaftaran PPDB ofline dikarenakan kuota atau jumlah murid belum terpenuhi.
featured-img

SEMARANG – Penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Semarang secara online ternyata masih menyisakan kursi kosong atau belum terpenuhi. Sejauh ini ada dua sekolah hasil dari PPDB SD online di Semarang yang belum terisi penuh.

Dua sekolah itu adalah SD Negeri Kembangsari 02, Semarang Tengah dan SD Srondol Wetan 05. Sekertaris Dinas Pendidik (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan membenarkan bahwa masih ada SD di Kota Semarang terdapat kursi kosong.

Oleh sebab itu, dinasnya memberi waktu untuk memaksimalkan pendaftaran dan meminta bagi sekolah yang masih ada kekosongan kursi dengan segera membuka pendaftaran secara langsung atau offline.

“PPDB SD offline masih akan kami buka sampai 28 Juni 2022 sampai kuota terpenuhi,” ucapnya, Kamis 7 Juli 2022.

Ahsan menyebut belum terpenuhinya murid atau kursi di SD dikarenakan tidak tersedianya calon peserta didik di wilayah zonasi sekolah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan evaluasi terkait permasalahan kursi kosong tersebut.

Selain itu memang selama dua tahun terakhir, Kota Semarang juga mengalami kasus serupa dengan jumlah yang cukup signifikan dengan calon peserta didik SD yang berkurang.

“Kendalanya di SD tertentu itu disinyalir karena usia anak di tingkat SD pada wilayah tersebut memang sudah tidak terpenuhi. Istilahnya anak usia SD nya sudah berkurang,” pungkasnya.

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mulai dari SMP 1 sampai 45 masing-masing kuota murid sudah terpenuhi.

“Saya harap dengan dibukanya PPDB offline SD ini bisa segera memenuhi kuota,” ucapnya.

Data dari Disdik Kota Semarang di SD Negeri Kembangsari 02 sejak pembukaan pendaftaran PPDB secara online, SD ini menerima sebanyak 15 siswa. Dari jumlah tersebut, 11 siswa yang melakukan daftar ulang. Sisanya, 3 siswa mengundurkan diri karena pindah sekolah dan 1 siswa mengundurkan diri tanpa alasan sedangkan untuk SD Srondol Wetan 05 saat ini 4 kursi belum terisi.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved