RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Maksimalkan SPBE, Pemkab Semarang Implementasikan E-Office Hingga Tingkat Desa Lewat Program Serasi

Maksimalkan SPBE, Pemkab Semarang Implementasikan E-Office Hingga Tingkat Desa Lewat Program Serasi

Maksimalkan SPBE, Pemkab Semarang Implementasikan E-Office Hingga Tingkat Desa Lewat Program Serasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berupaya meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi. Salah satunya dengan mengusung konsep smart city yang menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan Data yang akurat dan dibantu dengan sistem elektronik (e-Office), diharapkan mampu membantu pemerintah untuk lebih lincah dan sigap merespon perubahan masyarakat yang makin kompleks.

“E-Office sebagai kantor digital, yang kegunaannya bisa memfasilitasi ASN dan perangkat desa untuk dapat bekerja di mana saja, kapan saja, tidak lagi terbatas waktu dan tempat,” ujar Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam acara launching Program dan Bimtek Akselerasi Implementasi SPBE Menuju Flexible Working Arrangement Kabupaten Semarang (Serasi) di Balai Bahasa Provinsi Jateng, Ungaran, Selasa (27/6/2023).

Dengan adanya program ini, lanjut Ngesti, fungsi administrasi serta pelayanan kepada masyarakat dapat diselesaikan secara cepat, tepat, serta dapat mewujudkan interopabilitas
fungsi data dan informasi di Pemkab Semarang.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh Kepala OPD, untuk mulai serius membangun kolaborasi dan berbagi pakai data, serta mengoptimalkan
penggunaan aplikasi e-Office hingga ke level desa sehingga pelayanan ke masyarakat dapat lebih cepat dan tepat,” urainya.

Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini berpesan untuk membangun Kabupaten Semarang harus didasarkan pada rencana dan data yang baik serta valid. Data yang valid diperoleh dari kolaborasi serta kerjasama yang baik antar OPD.

“Jadi tidak boleh lagi ada server data yang terpisah–pisah, harus terintegrasi.
Jangan ada lagi pembangunan aplikasi baru tanpa perencanaan yang matang yang hanya membuang anggaran,” terangnya.

Pemrakarsa Program Serasi, Wiwin Sulistyowati menerangkan saat ini tuntutan publik terhadap keberadaan pemerintahan yang responsif, efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas semakin tinggi. Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah dituntut untuk merubah konsep pelayanan dalam berbagai hal, sehingga jalannya kehidupan masyarakat semakin efisien.

“Sehingga SPBE menjadi salah satu peluang untuk mewujudkan hal tersebut,” paparnya.

Terkait e-Office seperti yang disampaikan Bupati Semarang, diharapkan bisa menjadi pilar pendukung utama terciptanya reformasi birokrasi di Kabupaten Semarang, yaitu bisa memfasilitasi ASN dan perangkat desa untuk dapat bekerja di mana saja, kapan saja, tidak lagi terbatas waktu dan tempat.

“Kedua sistem ini (e-Office dan e-Office Desa) dapat saling bersinergi, berkomunikasi dan bertukar data, sehingga semakin memudahkan dalam kegiatan administrasi serta pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui Program Serasi ini, kata Wiwin, dapat mengeliminasi beberapa kelemahan yang ada pada SPBE. Di antaranya, implementasi kebijakan masih kurang karena kelengkapan dokumen formal masih belum lengkap, tidak dapat menyajikan data secara real time, terbatasnya personel yang paham IT, beragamnya aplikasi yang belum terintegrasi dan bersifat parsial.

“Selain hal itu, tentu saja dapat menghemat anggaran terutama dalam urusan surat menyurat karena tidak memerlukan kertas lagi. Sehingga anggaran bisa dialokasikan ke hal lain,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani