KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Masyarakat Desa di Kabupaten Semarang Harus Melek Internet

Masyarakat Desa di Kabupaten Semarang Harus Melek Internet

Masyarakat Desa di Kabupaten Semarang Harus Melek Internet

Sosialisasi pemanfaatan internet desa oleh Diskominfo Kabupaten Semarang bersama DPRD Kabupaten Semarang di aula kantor Kecamatan Tengaran baru-baru ini. (Foto/IST)

UNGARAN – Dalam rangka membangun sinergitas untuk kemajuan digitalisasi Kabupaten Semarang, Diskominfo Kabupaten Semarang bersama Komisi C DPRD Kabupaten Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Penggunaan Internet Desa baru-baru ini.

Digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan yang harus ditempuh dengan segala dampak positif maupun negatifnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Semarang, DPRD, Pemerintah Desa dan BUMDES untuk membangun digitalisasi di Kabupaten Semarang, sehingga terwujud masyarakat yang Berdikari.

Kabid Aptika Diskominfo Kabupaten Semarang Vega Lazuardi mengatakan upaya penetrasi internet hingga ke desa-desa harus didukung dengan sinergitas seluruh komponen dan dibutuhkan aksi nyata.

“Sehingga pertemuan ini tidaklah sekedar acara seremonial saja, namun lebih dari itu menjadi rencana aksi bersama untuk memberikan manfaat yang besar bagi Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Tengaran itu dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Semarang Suradi, Martinus Gunawan Tri Rahmadi, dan Wening Tyas Adi Nartani, serta perwakilan Pemerintah Desa serta Pengurus BUMDES di Kecamatan Tengaran, Getasan, Susukan dan Kaliwungu.

Untuk memberikan semangat dan best practise Digitalisasi Desa, dihadirkan pula narasumber ahli Riyadi yang juga merupakan inisiator pembangunan digitalisasi di Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]