URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Aktivitas naik turun penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah berjalan normal meski banjir rob masih merendam kawasan tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meski Masih Terendam Banjir, Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Mulai Berjalan Normal

Meski Masih Terendam Banjir, Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Mulai Berjalan Normal

Meski Masih Terendam Banjir, Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Mulai Berjalan Normal

Featured Image

SEMARANG – Aktivitas naik turun penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah berjalan normal meski banjir rob masih merendam kawasan tersebut.

Namun, penumpang yang hendak ke dermaga penumpang harus menaiki kapal kecil dari jembatan Pos I Pelabuhan Tanjung Emas. Sebab, jalur darat menuju terminal penumpang tidak dapat dilalui kendaraan.

“Jadi pelayaran saja ya yang beroperasi. Penumpang tetap sesuai dengan apa yang dijual operator. (Penumpang) rata-rata menggunakan kapal klotok ini, karena untuk akses keluar dan masuk pelabuhan belum bisa. Jalan aksesnya masih tergenang air,” ujar Regional Head 3 Pelindo, Ardhi Wahyu Basuki kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Ia menjelaskan, selama banjir terjadi ruang tunggu penumpang kapal dipindah ke lantai 2 sebab lantai 1 ruang masih terendam air. Terkait informasi adanya calon penumpang yang tertinggal kapal, ia meminta operator kapal penumpang agar memberikan dispensasi karena kondisi ini.

“Setahu saya ada 15 operator kapal masih beroperasi. Sudah diinfokan kepada calon penumpang yang akan datang jadi kita harap ada keaktifan dari operator kapal juga saling bantulah mohon supportnya,” katanya.

“Kita sarankan ke operator kapal ya darma lautan mungkin karena kondisi ini mungkin ada dispensasi tiketnya bisa digunakan,” tambahnya.

Berdasarkan pantuan, air masih menggenangi Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas. Di parkiran kendaraan tidak terihat satupun mobil dan motor. Namun, terlihat 1 kapal penumpang bersandar di dermaga tersebut.

Sementara itu, KSOP Tanjung Emas Semarang M Tohir mengatakan, proses pengerjaan penambalan tanggul darurat sepanjang 20 meter ditargetkan rampung hari ini.

“Saat ini lagi proses penanganan ya tadi kam sudah melihat sudah di lakukan proses penimbunan. Targetnya hari ini selesai,” ucapnya.

Ia menjelaskan, proses penimbunan tanggul darurat menggunakan pasir itu dilalukan sejak dini hari. Tohir pun meminta agar perusahaan besar yang bermarkas di Pelabuhan Tanjung Emas apalagi aset itu merupakan milik PT Lamicitra.

“Sekarang ketinggiannya di atas air ya. Pekerjaan dikoordinir dan diawasi oleh tim di sana. Tapi karena memang masih dalam proses, air masih masuk,” bebernya.

“Kami juga minta ada kontribusi dari Lamicitra dan perusahaan-perusahaan besar ya. Supaya hari ini bisa tertutup,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes otomotif
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved