URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Monumen Lemah Abang di Desa Sikunir, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menjadi saksi pertempuran sengit pasukan TKR melawan Sekutu pada 28 November 1945. Di bawah komando Mayor Soeyoto, 24 prajurit dan 21 warga gugur mempertahankan kemerdekaan. Monumen ini kini menjadi simbol keberanian dan pengorbanan pejuang Ambarawa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Monumen Lemah Abang, Jejak Heroik Pahlawan Memblokade Sekutu Gunakan Pedati di Kabupaten Semarang

Monumen Lemah Abang, Jejak Heroik Pahlawan Memblokade Sekutu Gunakan Pedati di Kabupaten Semarang

Monumen Lemah Abang, Jejak Heroik Pahlawan Memblokade Sekutu Gunakan Pedati di Kabupaten Semarang

Monumen Lemah Abang berdiri kokoh di persimpangan ruas Jalan Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (10/11/2025). Foto: win
Monumen Lemah Abang berdiri kokoh di persimpangan ruas Jalan Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (10/11/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Di ruas Jalan Soekarno–Hatta, tepatnya di Desa Sikunir, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ada sebuah turunan yang disebut Lemah Abang atau sering disingkat menjadi Lemahbang. Tak jauh dari tikungan itu, berdiri sebuah tugu sederhana yang menyimpan kisah besar perjuangan bangsa: Monumen Lemah Abang.

Monumen ini menjadi saksi pertempuran sengit para pejuang Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945. Di sinilah jejak Pertempuran Ambarawa atau dikenal dengan peristiwa Palagan turut terukir.

Tri Subekso, salah seorang sejarawan Kabupaten Semarang, menuturkan kisah heroik itu bermula saat Mayor Soeyoto menerima perintah dari Letkol Bambang Soegeng di Temanggung untuk memblokade pasukan Sekutu yang bergerak dari arah Semarang menuju Ambarawa.

“Bersama pasukannya, beliau mendapat perintah menahan pasukan Sekutu di antara Ungaran dan Babadan,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Tanggal 28 November 1945, pertempuran pecah. Sebelum konvoi musuh tiba, pasukan Letda Soedarsin dan Letda Sri Suwarno di bawah pimpinan Mayor Soeyoto melintangkan pedati di tengah jalan sebagai barikade darurat.

“Tujuan Sekutu salah satunya membebaskan interniran di Ambarawa dan melucuti tentara Jepang, sehingga sebelum itu terjadi maka dicegat di beberapa titik yang menjadi lintasan dari wilayah Semarang,” lanjutnya.

Pagi harinya, dari arah Semarang datang konvoi pasukan Sekutu. Pasukan TKR pun langsung terlibat kontak senjata. Letda Sri Suwarno gugur di garis depan, sementara Mayor Soeyoto yang sejak subuh telah berada di Lemahbang, bergerak untuk memimpin serangan hingga jarak dekat.

“Di tengah pertempuran sengit itu, Mayor Soeyoto akhirnya gugur bersama 24 pasukan beserta 21 rakyat sipil yang turut berperang. Konvoi bala bantuan Sekutu bisa sedikit ditahan oleh pasukan Mayor Soeyoto,” urainya.

Tak berhenti sampai di situ, pasukan Sekutu melanjutkan misinya menuju Ambarawa. Sesampainya di daerah Bawen, mereka kembali mendapatkan perlawanan.

“Sejumlah rakyat sipil turut andil menahan laju pasukan Sekutu, sehingga banyak yang gugur,” imbuhnya.

Sekutu berhasil melanjutkan perjalanan menuju Ambarawa. Sesampainya di sana pecah perang yang dikenal dengan peristiwa Palagan Ambarawa yang berhasil dimenangkan pasukan Republik Indonesia di bawah pimpinan Letkol Isdiman.

Kini, Monumen Lemah Abang berdiri kokoh sebagai pengingat keberanian anak bangsa. Setiap kali melintas di Mahbang, sejatinya tengah melewati tempat di mana darah dan semangat para pejuang pernah tumpah demi Indonesia yang merdeka. (win)

Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti keluhan warga Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, terkait kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C. Setelah inspeksi lapangan pada 16 Juni 2026, DPRD menemukan kerusakan cukup parah serta pelanggaran operasional truk, dan meminta perusahaan segera memperbaiki jalan atau berisiko menghadapi rekomendasi peninjauan ulang izin.
Jalan Desa Tlompakan Tuntang Rusak Dihajar Truk Tambang, DPRD Ultimatum Perusahaan

BACA JUGA :

Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti keluhan warga Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, terkait kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C. Setelah inspeksi lapangan pada 16 Juni 2026, DPRD menemukan kerusakan cukup parah serta pelanggaran operasional truk, dan meminta perusahaan segera memperbaiki jalan atau berisiko menghadapi rekomendasi peninjauan ulang izin.
Jalan Desa Tlompakan Tuntang Rusak Dihajar Truk Tambang, DPRD Ultimatum Perusahaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan di Argotelo Salatiga, Kamis (18/6/2026), melalui pelatihan, business matching, hingga akses jaringan perdagangan internasional.
Kunjungi Argotelo Salatiga, Mendag Busan ajak UMKM Tembus Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner,...
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh...
18 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13
18 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah pesisir Semarang dan Perairan Semarang–Demak terjadi pada Kamis (18/6/2026) antara pukul 10.00 hingga...
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara tidak merata pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 50–80 persen.
18 Juni 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Wilayah Pegunungan
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi...
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat menggelar demonstrasi di depan DPRD Kota Salatiga, Rabu (17/6/2026), untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional dan...
Muat Lebih

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab