KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Musim Kemarau, Wilayah di Salatiga Mulai Alami Kekeringan, Mana Saja?

Musim Kemarau, Wilayah di Salatiga Mulai Alami Kekeringan, Mana Saja?

Musim Kemarau, Wilayah di Salatiga Mulai Alami Kekeringan, Mana Saja?

Foto dok IST
Roy Anjar. Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga. 

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Musim kemarau kali ini sudah ada tiga kelurahan di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) yang mengalami kekeringan.

Tiga wilayah tersebut adalah Kelurahan Noborejo, Kelurahan Kumpulrejo, dan Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo.

Kepala BPBD Kota Salatiga Roy Anjar mengaku, sampai dengan Jumat (2/8/2024) pihaknya sudah melakukan droping air di tiga titik tersebut sebanyak tujuh kali.

Permintaan dropping air diperkirakan akan semakin meningkat, setelah lama Kota Salatiga tak diguyur hujan.

“Kemarin yang sudah minta untuk droping air di Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo,” kata Roy.

Diakuinya, tiga wilayah di Kecamatan Argomulyo itu memang menjadi titik yang sering kali mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Sehingga pihaknya juga sudah mengantisipasinya dengan selalu merespon cepat masyarakat yang membutuhkan dropping air bersih.

“Jika ada masyarakat yang membutuhkan air bersih, bisa langsung menghubungi BPBD maupun Lurah setempat,” katanya.

Dijelaskan, untuk tahun ini diperkirakan musim kemarau akan berlangsung cukup panjang. Hal itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan, intensitas hujan rendah.

“Menurut BMKG puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus ini sampai dengan September,” ungkap Roy.

Untuk mengantisipasi itu, lanjut Roy, pihaknya mengimbau agar masyarakat mulai menghemat air. Terutama pada titik-titik yang rawan kekeringan.

“Selain itu juga untuk berhati-hati adanya kebakaran. Jika membakar sampah jangan ditinggal begitu saja. Pastikan sudah benar-benar padam jika ditinggalkan,” tutup Roy.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Kontingen Kabupaten Semarang mengakhiri Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di peringkat ke-10 dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu. Meski belum mencapai target 30 emas, hasil tersebut meningkat dibandingkan Porprov 2023. Cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan tujuh medali emas.
Lampaui Hasil 2023, KONI Kabupaten Semarang Akhiri Porprov XVII di Peringkat 10
[pekok2]