URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang ibu rumah tangga di Kota Salatiga, Bulan Detrisa, mengalami kepanikan saat ular masuk ke dalam rumahnya, di Jalan Siti Projo, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, pada Jumat (3/5/2024). Ketika sedang memasak, Bulan terkejut melihat ular jatuh ke dapur dan bergerak ke arah tumpukan kardus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Panik Ular Masuk Rumah, Warga di Salatiga ini Malah Telpon Ojek Online

Panik Ular Masuk Rumah, Warga di Salatiga ini Malah Telpon Ojek Online

Panik Ular Masuk Rumah, Warga di Salatiga ini Malah Telpon Ojek Online

Seorang ibu rumah tangga di Kota Salatiga, Bulan Detrisa, mengalami kepanikan saat ular masuk ke dalam rumahnya, di Jalan Siti Projo, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, pada Jumat (3/5/2024). Ketika sedang memasak, Bulan terkejut melihat ular jatuh ke dapur dan bergerak ke arah tumpukan kardus.
Foto dok Jeggboy
Anggota Jeggboy saat menangkap ular yang masuk kerumah Warga.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Panik karena ada ular masuk ke rumah, seorang ibu rumah tangga di Kota Salatiga meminta tolong ke driver ojek untuk menangkap dan membunuhnya.

Adalah Bulan Detrisa,
Warga Jalan Siti Projo Kelurahan Kutowinangun Kecamatan Tingkir Kota Salatiga ini mengaku kaget, saat sedang memasak, tiba-tiba ada ular yang terjatuh. “Tidak tahu dari mana, ada suara jatuh di area dapur itu. Saya lihat ada ular seukuran jempol orang dewasa dan lumayan panjang,” ujarnya, Jumat (3/5/2024).

Ular tersebut lalu bergerak ke arah tumpukan kardus. “Terus terang saya ketakutan, karena di rumah hanya ada saya, ibu, dan anak-anak. Ada ular begitu kan panik dan takut, tapi terpenting anak-anak keluar dulu saya sambil melihat gerak-gerik ularnya, mengawasi,” kata Bulan.

Dalam kondisi panik dan takut tersebut, Bulan langsung menelpon operator nomor yang dikasih temannya. “Bilangnya bisa menolong mengatasi ular, saya langsung telpon agar cepat mengusir ular tersebut,” paparnya.

Tak sampai lima menit, dua driver ojek online lokal dari kota Salatiga Jeggboy datang ke rumah Bulan. “Cepat sekali, tak berapa lama setelah telpon itu datang driver Jeggboy. Setelah saya kasih tahu lokasi ularnya, mereka membongkar-bongkar kardus tempat ular,” kata Bulan.

“Ular yang di dalam kardus lalu di bawa ke luar rumah, lalu dibunuh mereka dimasukkan plastik dan dibawa untuk dibuang,” ujarnya.

Bulan mengatakan, membayar kedua driver tersebut sesuai tarif yang berlaku. “Tarifnya satu driver itu Rp 10.000, dua orang jadi Rp 20.000. Karena sudah menolong, ya saya tambahi untuk ongkos bensin, yang penting rumah aman,” kata dia.

“Spontan saja tadi telpon Jeggboy itu, karena saya juga punya usaha bakpao karakter, jadi sering menggunakan jasa ojek lokal untuk antar-jemput pesanan,” ungkap Bulan.

Terpisah Pengelola Jeggboy & Girl, Sri Sahono, mengaku tidak kaget atas layanan unik yang diberikan anggotanya, “Iya menang saat ini jeggboy dalam melayani warga Salatiga, tidak hanya soal transportasi semata, tapi juga keluhan lain seperti memasang gas, ambil barang dan uang serta jasa pendamping saat ada acara pesta termasuk mengambil jemuran saat hujan” ujar Sahono.

BACA JUGA :

Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia