KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Siapkan Konsep “Panggung Apung” untuk Rakernas JKPI 2023

Pemkot Semarang Siapkan Konsep “Panggung Apung” untuk Rakernas JKPI 2023

Pemkot Semarang Siapkan Konsep “Panggung Apung” untuk Rakernas JKPI 2023

Semarang – Pemerintah Kota Semarang tengah mengambil langkah inovatif dengan merancang sebuah konsep unik bernama “panggung apung” dalam rangka menyambut acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung pada 22-26 Agustus mendatang.

Rencananya, lebih dari 78 delegasi kabupaten dan kota anggota JKPI dari seluruh penjuru Indonesia akan berkumpul di Semarang, yang akan menjadi tuan rumah untuk perhelatan Rakernas JKPI tahun ini, termasuk para kepala daerahnya.

Dalam konsep yang ditawarkan ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menjelaskan bahwa “panggung apung” akan menjadi pusat dari serangkaian acara Rakernas. Ini akan menjadi panggung gemerlap tempat berlangsungnya pentas seni budaya yang tak hanya menjadi ajang prestisius, tetapi juga kerapian budaya.

Wing Wiyarso menegaskan bahwa setiap kabupaten dan kota anggota JKPI berkesempatan untuk menampilkan kekayaan budaya dan warisan lokal yang dimilikinya dalam panggung seni budaya.  “Kami ingin menjadikan setiap tempat sebagai kota pusaka yang memamerkan ragam budaya dan kearifan lokalnya,” ucap Wing Wiyarso, seperti yang diberitakan Antara.

Pada Rakernas JKPI sebelumnya, panggung seni budaya biasa telah menjadi sorotan. Namun, Pemerintah Kota Semarang berusaha memberikan sentuhan berbeda untuk Rakernas JKPI X/2023. Dalam visi kreatif ini, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengusulkan konsep “floating stage” yang akan diwujudkan di Polder Tawang.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda dengan menggelar panggung di atas air. Penonton akan berada di tepi panggung yang mengambang. Konsep ‘floating stage’ ini akan menjadi ciri khas Rakernas kali ini, menggantikan panggung konvensional yang biasanya ada di darat.” terang Mbak Ita

Pemerintah Kota Semarang juga akan menghadirkan kirab budaya sebagai bagian integral dari Rakernas JKPI X. Kirab budaya ini akan menjadi ajang bagi setiap daerah anggota JKPI untuk memamerkan kekayaan seni budaya, atraksi menarik, dan kearifan lokal yang menjadi identitas khas masing-masing.

Mbak ita menjelaskan bahwa dari total 78 kabupaten dan kota anggota JKPI, semuanya memiliki ciri khusus sebagai daerah yang mengelola atau memiliki kawasan bersejarah atau kota pusaka. Contohnya adalah Kota Semarang yang memiliki Kawasan Kota Lama sebagai aset bersejarah yang dikenal luas.

Dengan semangat untuk menjaga kualitas acara, Pemerintah Kota Semarang juga harus mengatur jumlah peserta yang sesuai. “Setiap kontingen akan membawa maksimal 30 orang dalam kirab budaya, dari depan Gedung Marba hingga Titik Nol Kilometer,” ungkap Hevearita.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis