KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Dukung Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Publik di Desa Leyangan

Pemprov Jateng Dukung Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Publik di Desa Leyangan

Pemprov Jateng Dukung Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Publik di Desa Leyangan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan keuangan setiap tahun kepada pemerintah desa dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik. Salah satunya di Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, anggaran dana desa dari Pemprov Jateng digunakan untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH) publik. RTH publik ini diresmikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada tanggal 31 Mei 2022.
Foto:/IST
Gubernur Jawa Tengah memberikan anggaran dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan. Rabu (31/5/2023).

Ungaran – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tahun menggulirkan bantuan keuangan (bankeu) kepada pemerintah desa. Anggaran dana desa tersebut bertujuan untuk pembangunan fisik maupun nonfisik. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. anggaran dana desa dari Pemprov Jateng untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH) publik. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan RTH publik di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (31/5/2022).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan sektor pariwisata di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Semarang harus terus berkembang. Menurutnya banyak masyarakat saat ini yang memiliki hobi piknik. Maka dari itu, anggaran dana desa untuk pengembangan desa menjadi suatu hal yang penting.

”Tentunya tempat-tempat destinasi wisata alternatif tempatnya ada di desa,” ungkapnya kepada wartawan beritajateng.tv.

Dengan adanya desa wisata bisa menciptakan lahan untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Selain itu, memberikan tempat untuk menampilkan potensi-potensi desa ke masyarakat luar.

“Serta nanti kita harapkan ada kelompok-kelompok kesenian yang ditonton dan UMKM-nya juga jalan semuanya. Pasti hebat semuanya,” paparnya.

Ia berharap anggaran dana desa yang bisa bermanfaat dengan baik. Terutama dalam hal sarana dan prasarana agar lebih diperhatikan. Karena seringkali banyak di protes masyarakat karena kualitasnya kurang bagus.

“Dan satu lagi tidak boleh dikorupsi, jangan di korupsi. Kalau nanti ada yang ganggu-ganggu laporkan saya. Agar masyarakat mendapatkan kualitas yang baik,” pungkasnya.

Desa wisata di Kabupaten Semarang mendapatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Rp 1,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk 13 desa wisata.

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]