URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hari terakhir dari tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah tahun ajaran 2022/2023 Gubernur Ganjar Pranowo langsung menengok sejumlah SMA di Semarang. Ganjar ingin memastikan apakah di penutupan PPDB ada yang mencabut berkas atau tidak mendaftar ulang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penutupan PPDB, Ganjar Sidak ke SMAN 1 dan 3 Semarang: Seratus Persen Daftar Ulang Semua

Penutupan PPDB, Ganjar Sidak ke SMAN 1 dan 3 Semarang: Seratus Persen Daftar Ulang Semua

Penutupan PPDB, Ganjar Sidak ke SMAN 1 dan 3 Semarang: Seratus Persen Daftar Ulang Semua

featured-img

SEMARANG – Hari terakhir dari tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah tahun ajaran 2022/2023 Gubernur Ganjar Pranowo langsung menengok sejumlah SMA di Semarang. Ganjar ingin memastikan apakah di penutupan PPDB ada yang mencabut berkas atau tidak mendaftar ulang.

Sekolah pertama yang didatanginya adalah SMA N 1 Semarang. Waktu menunjukkan pukul 13.30 WIB saat Ganjar tiba di satuan pendidikan yang berada di dekat kantornya itu. Suasananya sudah sepi. Hanya terlihat beberapa siswa SMAN 1 Semarang yang tampak sedang berdiskusi.

Ganjar langsung menuju ke ruang daftar ulang. Beberapa guru yang masih di lokasi langsung menyapa Ganjar. Proses pendaftaran ulang belum ditutup, dan masih ada satu siswa yang mengurus data. Siswa tersebut diterima dengan jalur perpindahan orangtua.

“Pak gimana daftar ulangnya? Ada yang mengambil atau nggak daftar ulang nggal,” tanya Ganjar.

“Alhamdulillah daftar ulang seratus persen pak. Ini masih ada yang menyelesaikan data-datanya,” kata seorang guru.

Ganjar lantas bertanya apakah ada kendala selama proses pelaksanaan PPDB. Selain itu, mantan anggota DPR RI itu juga bertanya apakah ada keluhan dari orangtua terkait zonasi dan bagaimana penyelesaiannya.

“Lancar bapak, keluhannya ada tapi bisa diselesaikan. Nggak sampai marah-marah,” ujar guru SMAN 1 Semarang.

Dari Mugas, Ganjar kemudian menuju ke SMK 7 Semarang yang terletak di kawasan Simpang Lima Semarang. Hanya ketika tiba di sana, proses pendaftaran ulang sudah selesai. Tak berlama-lama, Ganjar langsung menuju ke sekolah berikutnya yakni SMAN 3 Semarang.

“Bu, lho ini kok sudah santai. Udah selesai ya, gimana yang daftar ulang ada yang mindah berkas nggak?,” tanya Ganjar.

“Iya sudah bapak karena sudah daftar ulang semua jadi sudah ditutup. Nggak ada yang mindah berkas pak, seratus persen,” kata guru di SMAN 3 Semarang.

Ketika ditanya kendala selama pelaksanaan PPDB, guru di SMAN 3 Semarang mengaku sempat muncul beberapa keluhan dari orangtua. Terutama persoalan zonasi. Namun, keluhan tersebut tidka berlarut-larut dan selesai setelah dijelaskan oleh panitia PPDB SMAN 3 Semarang.

“Hari ini adalah penutupan pendaftaran ulang, ada nggak yang narik, ada nggak yang tidak memenuhi syarat. Ternyata sampai ditutup saya ambil sampling dua sekolah ini, seratus persen mendaftar,” kata Ganjar usai tinjauan.

Ganar mengatakan, pengecekan ini dilakukan karena sampai saat ini dirinya masih dibanjiri keluhan tentang PPDB. Selain itu, dari hasil evaluasi terakhir juga terdapat sekolah yang kuotanya tidak terisi penuh.

“Ada potensi bveberapa sekolah tidak terisi, maka saya cek apakah itu di dalam kota, luar kota atau remote area. Ini yang sedang kita siapkan untuk mengisi agar secara regulasi,” tegasnya.

Ditanya kemungkinan perpanjangan masa daftar ulang, ganjar menegaskan keputusan itu tidak akan diambil. Pertimbangan yang sedang dimatangkan untuk mengisi kekosongan kuota adalah memprioritaskan siswa dari keluarga miskin.

“Kemarin data banyak dari keluarga miskin yang belum tertampung itu menurut saya penting untuk kita berikan ruang itu. Bisa saja ambil ranking di bawahnya tapi saya minta petugas mengkaji dulu agar ini menjadi lancar,” tandasnya.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved