KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha usai memberikan tali asih kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang, Selasa (17/8/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Badai pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak awal tahun lalu turut dirasakan oleh Panti Asuhan Putri Aisyiyah yang berada di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang. Panti asuhan yang dihuni lebih dari 60 anak-anak itu sempat menjadi klaster penularan Covid-19 oleh sebab belasan penghuni termasuk pengurus panti terpapar Corona.

“Sekitar akhir Juni 2021 lalu salah satu pengurus kami sempat mengeluh gak enak badan. Karena kondisi makin drop akhirnya dilakukan swab dan hasilnya positif Covid-19,” ungkap Ketua II Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang Endang Wiratni saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (18/8/2021).

Dijelaskan Endang, setelah mengetahui salah satu pengurus terpapar Covid-19, pihaknya segera melakukan langkah cepat untuk testing dan tracing bagi siapapun yang kontak erat dengan yang bersangkutan.

“Kami menghubungi klinik Bergas Waras agar bisa melakukan testing dan tracing terhadap penghuni panti. Setelah dilakukan uji swab terhadap 40 orang yang kontak erat dengan yang bersangkutan, 15 orang dinyatakan positif,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, ia bersama pengurus lainnya sempat panik sebab mayoritas penghuni panti masih berusia anak-anak yang rentan terpapar. Pihaknya kemudian mencoba menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Semarang untuk bisa mendapatkan informasi terkait lokasi karantina.

“Informasi yang kami dapatkan dari Dinkes ternyata tempat karantina yang di PP Paudni sudah penuh sehingga terpaksa kami bertahan isolasi mandiri di panti. Alhamdulillah, tak berapa lama kami dapat info kalau bisa isolasi di Balai Diklat Jateng di Srondol. 13 anak panti isolasi di sana, 1 pengurus di Bapelkes Jateng dan 1 juru masak isoman di rumah,” urai Endang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, menginisiasi gotong royong sesama kader partai untuk membantu sejumlah panti asuhan di Kabupaten Semarang terutama di tengah perpanjangan masa PPKM level 3 dan 4.

“Ratusan paket sembako yang terkumpul ini disalurkan ke sejumlah panti asuhan guna meringankan beban pemenuhan kebutuhan bahan pokok,” jelas Ngesti usai menyalurkan bantuan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang, Selasa (17/8/2021).

Selain bantuan paket sembako, Ngesti yang juga Bupati Semarang itu memberikan tali asih kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat terkena Covid-19.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami. Anak-anak tidak boleh kehilangan kasih sayang dan perhatian. Kami harap pandemi segera berakhir, semuanya bisa kembali berjalan normal,” ucapnya.

Sementara pengurus Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang Sri Hartini yang menerima bantuan sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan. Diakuinya bantuan yang diterima tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu saat masih awal pandemi.

“Alhamdulillah semoga menjadi berkah bagi semuanya dan menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk bisa melakukan hal serupa,” ujarnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]