URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

Perjuangan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bertahan Dihantam Badai Pandemi

featured-img
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha usai memberikan tali asih kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang, Selasa (17/8/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Badai pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak awal tahun lalu turut dirasakan oleh Panti Asuhan Putri Aisyiyah yang berada di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang. Panti asuhan yang dihuni lebih dari 60 anak-anak itu sempat menjadi klaster penularan Covid-19 oleh sebab belasan penghuni termasuk pengurus panti terpapar Corona.

“Sekitar akhir Juni 2021 lalu salah satu pengurus kami sempat mengeluh gak enak badan. Karena kondisi makin drop akhirnya dilakukan swab dan hasilnya positif Covid-19,” ungkap Ketua II Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang Endang Wiratni saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (18/8/2021).

Dijelaskan Endang, setelah mengetahui salah satu pengurus terpapar Covid-19, pihaknya segera melakukan langkah cepat untuk testing dan tracing bagi siapapun yang kontak erat dengan yang bersangkutan.

“Kami menghubungi klinik Bergas Waras agar bisa melakukan testing dan tracing terhadap penghuni panti. Setelah dilakukan uji swab terhadap 40 orang yang kontak erat dengan yang bersangkutan, 15 orang dinyatakan positif,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, ia bersama pengurus lainnya sempat panik sebab mayoritas penghuni panti masih berusia anak-anak yang rentan terpapar. Pihaknya kemudian mencoba menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Semarang untuk bisa mendapatkan informasi terkait lokasi karantina.

“Informasi yang kami dapatkan dari Dinkes ternyata tempat karantina yang di PP Paudni sudah penuh sehingga terpaksa kami bertahan isolasi mandiri di panti. Alhamdulillah, tak berapa lama kami dapat info kalau bisa isolasi di Balai Diklat Jateng di Srondol. 13 anak panti isolasi di sana, 1 pengurus di Bapelkes Jateng dan 1 juru masak isoman di rumah,” urai Endang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, menginisiasi gotong royong sesama kader partai untuk membantu sejumlah panti asuhan di Kabupaten Semarang terutama di tengah perpanjangan masa PPKM level 3 dan 4.

“Ratusan paket sembako yang terkumpul ini disalurkan ke sejumlah panti asuhan guna meringankan beban pemenuhan kebutuhan bahan pokok,” jelas Ngesti usai menyalurkan bantuan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang, Selasa (17/8/2021).

Selain bantuan paket sembako, Ngesti yang juga Bupati Semarang itu memberikan tali asih kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat terkena Covid-19.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami. Anak-anak tidak boleh kehilangan kasih sayang dan perhatian. Kami harap pandemi segera berakhir, semuanya bisa kembali berjalan normal,” ucapnya.

Sementara pengurus Panti Asuhan Putri Aisyiyah Tuntang Sri Hartini yang menerima bantuan sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan. Diakuinya bantuan yang diterima tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu saat masih awal pandemi.

“Alhamdulillah semoga menjadi berkah bagi semuanya dan menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk bisa melakukan hal serupa,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga