URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ada kegiatan luar sekolah yang patut diapresiasi, ditengah maraknya isu perundungan dan kasus kekerasan yang terjadi dilingkungan pendidikan, namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh SDN Sruwen 03, kecamatan Tengaran kabupaten Semarang, kamis (5/10/2023) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama di Korwil Tengaran, “SDN Sruwen 03 Bersholawat”, Jito Berharap Tidak Ada Kasus Kekerasan Pada Anak

Pertama di Korwil Tengaran, “SDN Sruwen 03 Bersholawat”, Jito Berharap Tidak Ada Kasus Kekerasan Pada Anak

Pertama di Korwil Tengaran, “SDN Sruwen 03 Bersholawat”, Jito Berharap Tidak Ada Kasus Kekerasan Pada Anak

Acara "SDN Sruwen 03 Bersholawat" bersama Gus Wahid Syarifudin Ahmad dari Yogyakarta. Foto dok Agus SD Sruwen 02
featured-img

RASIKAFM. COM | TENGARAN – Ada kegiatan luar sekolah yang patut diapresiasi, ditengah maraknya isu perundungan dan kasus kekerasan yang terjadi dilingkungan pendidikan, namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh SDN Sruwen 03, kecamatan Tengaran kabupaten Semarang, kamis (5/10/2023) malam.

Ya…………………..
Sekolah yang berada ditengah dusun Duren Sawit desa Sruwen kecamatan Tengaran ini justru melakukan kegiatan positif.

Pihak Sekolah mengandeng masyarakat dan Alumni menggelar “SDN Sruwen 03 Bersholawat” bersama Gus Wahid Syarifudin Ahmad dari Yogyakarta.

Kepada rasikafm.com, Kepala Sekolah SDN Sruwen 03, Siti Toyibah mengatakan tujuan utama digelarnya Sholawatan ini adalah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H.
Selain itu Sekolah ingin menunjukkan bahwa keberadaanya masih ada, ditengah ketatnya persaingan saat ini , “kami sengaja mengelar acara ini agar masyarakat tahu sekolah kami masih ada, buktinya dengan dukungan semua pihak acara ini bisa kita gelar” ujar Toyibah.

Sejumlah guru dan KS berfoto bersama dengan Ketua Komisi D dan Kepala Korwilcambiddik Kecamatan Tengaran, sesaat usai acara.  Foto Arief Rasika

Dirinya menambahkan jika sampai saat ini di lingkungan sekolahnya tidak ada kasus kekerasan pada anak didik, sehingga orang tua tidak perlu ragu dan khawatir saat menitipkan anak mereka.

Kepala Korwilcambiddik Kecamatan Tengaran, Eko Lesmono mengatakan jika kegiatan sholawatan ini baru di SD Sruwen 03 yang mengadakan “Baru di Sruwen berhasil menggelar kegiatan keagamaan, dengan jumlah jamaah yang hadir ribuan, Korwil mengapresiasi pihak sekolah” ujar Eko bangga.

Sementara itu kegiatan dimalam jumat tersebut juga dihadiri oleh kades, camat dan ketua komisi D DPRD, Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito.

Dalam sambutanya, Pujo Pramujito meminta agar sekolah terus melakukan inovasi dan promosi agar dalam ppdb mendapatkan siswa baru, selain itu juga untuk mencegah munculnya kasus kekerasan, sekolah membentuk team anti kekerasan. “selaku ketua komisi D saya berharap dikabupaten Semarang tidak ada kasus kekerasan, kami juga apresiasi pada SD Sruwen karena telah mengadakan kegiatan positif” ujar Jito panggilan akrab Pujo Pramujito.

Dalam sholawwatan yang dibawakan Wahid Syarifudin Ahmad, atau yang lebih dikenal dengan Gus Wahid. Kyai yang menjadi menjadi ikon kalangan remaja masa kini. Mampu menyedot perhatian ribuan warga sekitar Tengaran. Apalagi sosoknya tidak asing bagi para Syekhermania atau pecinta Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Bahkan setiap kali diadakan majlis sholawat dan doa bersama Al Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Gus Wahid selalu hadir di tengah-tengah jamaah. Kesederhanaan dan kerendahan hatinya membuat ribuan orang terpesona saat mendengarkan suara indahnya dalam melantunkan sholawat bersama Habib Syech dan Syekhermania.

– Kepala Sekolah SDN Sruwen 03, Siti Toyibah saat diwawancara Rasika FM
– Suasana saat Ribuan Syekhermania hadiri sholawatan di halaman  SDN Sruwen 03

BACA JUGA :

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Pemerintah mengubah strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan skrining aktif dari rumah ke rumah guna menemukan 1,08 juta kasus sepanjang 2026. Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Senin (29/6/2026), karena hingga pertengahan tahun baru sekitar 800 ribu penderita terdeteksi sehingga percepatan penemuan kasus diperlukan untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan