URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
“Kami mengharapkan tidak terburu-buru. kondisi masih belum aman. Kita harapkan para warga bersabar, setelah banjir dipastikan listrik kering sehingga tidak menimbulkan korsleting listrik,"terang Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang, Elpis Sinambela.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PLN Beri Tanggapan Soal Tiga Orang Meninggal Akibat Tersengat Listrik saat Banjir di Semarang

PLN Beri Tanggapan Soal Tiga Orang Meninggal Akibat Tersengat Listrik saat Banjir di Semarang

PLN Beri Tanggapan Soal Tiga Orang Meninggal Akibat Tersengat Listrik saat Banjir di Semarang

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir di Kota Semarang. Peristiwa nahas itu semuanya terjadi di Kecamatan Genuk.

Kejadian pertama terjadi pada (31/12/2022) malam dimana dua korban yakni Dinda Shefira (19) warga Tegal dan Muh Kevinabeel (19) hendak merayakan tahun baru dengan bakar-bakaran. Namun, ketika melintas di lokasi kejadian atau kos korban Kevinabeel Jalan Kapas Timur III RT 2 RW 8, Kelurahan Gebangsari, kedua korban tersengat oleh kabel listrik yang putus dan terendam banjir.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait: ” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kemudian kejadian kedua terjadi pada Senin (2/1/2023) pagi di PT. Alfa Trans Kawasan Industri Terboyo Gg 6 No.48, Kelurahan Trimulyo. Korban atas nama Sunaryo Kabupaten Ngawi hendak menghidupkan kran genset saat banjir. Setelah genset hidup kemudian diduga kabel listrik yang bertegangan tinggi menyentuh banjir dan menyengat korban.

Menanggapi hal ini, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang, Elpis Sinambela mengucapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini. Menurutnya, kejadian pertama terjadi karena belum adanya permintaan pemadaman dari masyarakat.

Dirinya menambahkan, kala itu di lokasi kejadian banjir memang cukup tinggi lantaran intensitas curah hujan yang lebat dan barangsur lama. “History yang masuk itu permintaan padam pukul 20.41 WIB saat kondisi korban sudah meninggal. Jadi laporan masuk kami setelah kejadian kemudian petugas langsung ke lokasi,” ujar Elpis saat jumpa pers di kantor PLN Jalan Pemuda Kota Semarang, Senin (2/1/2023).

Sedangkan untuk peristiwa kedua terjadi lantaran korban menyalakan genset saat kondisi banjir. Untuk itu, Elpin meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada ketika menggunakan alat yang menggunakan aliran listrik khususnya dalam hal ini saat banjir.

Elpin juga memohon kepada masyarakat untuk melapor manakala terjadi banjir dengan ketinggian air yang sangat tinggi dan beresiko bisa menyentuh kabel yang masih dialiri arus listrik. “Kami punya Call Center 123, jadi hubungi kami akan segera merespon dan memadamkannya. San juga segera hubungi instansi terkait yaitu BPBD,” terangnya.

Dirinya juga menghimbau agar masyarakat tidak terburu-buru dan bersabar jika terjadi pemadaman listrik ketika banjir. Elpin mengaku, ada Standart Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh PLN ketika hendak menghidupkan kembali aliran listrik yang padam di suatu wilayah ketika ada banjir.

“Terkait setelah adanya pemadaman karena banjir, untuk menyalakan kembali memang kita harus memastikan kembali bahwa apakah sudah aman,” jelasnya.

“Kami mengharapkan tidak terburu-buru. kondisi masih belum aman. Kita harapkan para warga bersabar, setelah banjir dipastikan listrik kering sehingga tidak menimbulkan korsleting listrik,” tambahnya.

Disisi lain, Wakapolrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, setelah kejadian tersebut pihaknya langsung berkoordinasi sengan UP3 PLN Semarang teekait SOP yang telah dinalankan. Dirinya juga meminta kepasa masyarakat untuk tidak tergesa-gesa manakala terjadi pemadaman listrik karena banjir.

“Kami menghimbau untuk memaklumi hal ini sabar dan jangan tergesa meminta menyala aliran listrik kembali sampai PLN merasa sudah aman. Dan juga meminta masyarakat memastikan aman itu dari aliran liatrik jangan sampai ada kabel tergelupas seperti generator, las listrik yang masih terhubung listrik,” imbuhnya.

Ardi menjelaskan, dari hasil penyelidikan kedua kejadian maut ini yaitu pada peristiwa pertama memang ada kabel listrik yang terkelupas dan terendam banjir. Dan untuk peristiwa kedua terkait generator ada instalasi yang terbuka dan mengenai korban.

BACA JUGA :

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras