KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Jelaskan Perkembangan Ambruknya Wahana Ontang-Anting di Jolutondo Semarang

Polisi Jelaskan Perkembangan Ambruknya Wahana Ontang-Anting di Jolutondo Semarang

Polisi Jelaskan Perkembangan Ambruknya Wahana Ontang-Anting di Jolutondo Semarang

SEMARANG – Masyarakat digegerkan dengan kejadian ambruknya wahana ontang-anting milik Vella Ria yang berada di Jolotundo, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari pada Jumat (3/6/2022) malam.

Dalam insiden itu, ada dua orang dari delapan penumpang yang mengalami luka setelah robohnya wahana permainan itu. Kapolsek Gayamsari, Kompol Hengki Prasetyo mengatakan dua korban yang pertama adalah seorang anak berusia 10 tahun bernama Karisma Ayu Dewi warga Tembalang mengalami luka memar pada betis kanan. Kemudian korban yang kedua yaitu Ahmad Firdaus (19) warga Gayamsari mengalami luka lecet pada kaki kiri.[irp posts=”38075″ name=”Wahana Permainan di Semarang Ambruk, Polisi Lakukan Penyelidikan”]

Dirinya menjelaskan, kejadian robohnya wahana itu terjadi pada pukul 20.45 WIB. Setelah ia mendaptkan laporan tersebut, kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengamanan lokasi wahana itu.

Setelah melakukan penyelidikan, Kompol Hengky menyebut, penyebab kejadan ambruknya wahana disebabkan oleh kelalaian dari pengelola yang mengakibatkan beberapa orang terluka hingga syok.

“Untuk kejadian karena lalainya dari pihak pengelola terutama dibagian operator mengakibatkan robohnya suatu permainan tersebut,” jelasnya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (6/6/2022).

“Penyebabnya karena labilnya tanah yang sudah beberapa kali digunakan pada waktu itu informasi beberapa hari tidak ada masalah. Namun setelah hujan akhirnya tanahnya agak lembap intinya seperti itu. Sudah digunakan sebanyak 3 kali dalam beberapa tahun sebelumnya,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Hengky, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ketiga orang tersebut masing-masing bernama Sukasno warga Kaligawe, Kecamatan Gayamsari Semarang. Pria berusia 53 tahun itu adalah pemilik wahana ontang-anting.

Lalu yang kedua adalah pria berusia 18 tahun bernama Ervan Setiawan warga Kaligawe, Kecamatan Gayamsari sebagai operator wahana. Dan yang terkahir adalah Suradi warga Sambirejo, Kecamatan Gayamsari sebagai pengurus wahana.

“Pihak pengelola sudah menemui keluarga korban untuk mengganti rugi biaya pengobatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hengky menerangkan bahwa berdirinya wahana permainan itu sudah memiliki beberapa izin dari Dinas. Namun, untuk izin ke kepolisian hanya sebatas pemberitahuan saja.

“Izin ada dari Pariwisata kemudian turun ke RT,RW dan Kelurahan. Kemudian pemberitahuan ke tempat kita (Polsek Gayamsari) hanya sebatas pemberitahuan saja sifatnya,” paparnya.

Sementara itu, operator wahana ontang-anting, Ervan mengatakan kejadian bermula saat ontang-anting itu mulak ia gerakan. Lalu setelah beberapa ia matikan alat konrolnya karena pada saat itu tanah yang menyangga wahana tersebut ikut goyang hingga ambruk.

“Saya langsung tolong semua yang naik. Kira-kira ada delapan orang,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum buka pada pukul 17.00 WIB, dirinya melakukan pemeriksaan terhadap wahana secara rutin. Pihaknya menyebut kejadian itu baru pertama kali terjadi setelah 10 tahun berjalan.

“Baru pertama kali ini. Sudah 10 tahun terkahir tidak pernah terjadi apa-apa,” imbuhnya.

Saat ini kepolisian menerapkan Pasal 360 ayat 2 KUHP dengan sanksi penutupan seluruh area wahana tersebut dengan memberikan garis police line.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
[pekok2]