KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PPDB 2024 di SMA 1 Susukan Semarang, Terletak di Pinggiran, Guru Harus Lembur

PPDB 2024 di SMA 1 Susukan Semarang, Terletak di Pinggiran, Guru Harus Lembur

PPDB 2024 di SMA 1 Susukan Semarang, Terletak di Pinggiran, Guru Harus Lembur

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah tahun 2024 telah dibuka secara online, namun menimbulkan kendala di daerah pelosok seperti di SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Semarang. Kurangnya literasi digital membuat panitia PPDB di sekolah tersebut harus bekerja ekstra, termasuk lembur membantu calon peserta didik baru untuk aktivasi akun PPDB.
Foto dok IST
Calon siswa baru saat verifikasi berkas pendaftaran di SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Semarang,

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Pendaftaran Peserta Didik Baru atau PPDB SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah (Jateng) tahun 2024 telah dibuka sejak beberapa waktu lalu melalui sistem online. Di satu sisi penggunaan sistem online memudahkan calon siswa baru untuk mendaftar ke sekolah yang dituju, namun di sisi lain juga memiliki kendala, terutama bagi sekolah yang berada di daerah pelosok atau pinggiran.

Seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Semarang. Kurangnya literasi digital warga sekitar membuat panitia PPDB di sekolah tersebut harus bekerja ekstra ketat. Mereka bahkan harus lembur demi membantu calon peserta didik baru untuk melakukan aktivasi akun PPDB.

“Kami harus membantu untuk aktivasi akun, jadi kita harus ada tutorial lebih. Karena kesalahan paling sering ketika siswa membuat akun sendiri. Ada juga yang mengira setelah selesai membuat akun dianggap sudah mendaftar, padahal tahapan mendaftarnya belum,” terang Kepala SMA Negeri 1 Susukan, Retno Winarni, Kamis (20/6/2024).

Untuk mengatasi hal itu, kata Retno, pihaknya juga membuka posko pendaftaran di sekolah untuk membantu siswa yang kesulitan mendaftar lewat online. Pihak sekolah sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi ke SMP dan stakeholder di wilayahnya terkait dengan PPDB secara online.

“Sebelum PPDB kami telah sosialisasi ke SMP dan stakeholder pemangku wilayah di Susukan. Kami sampaikan juga PPDB secara online, kita juga sosialisasikan dengan Instagram dan lain-lain,” terang Retno.

Dikatakan, tahun ini SMA Negeri 1 Susukan bakal menerima lima kelas atau 180 siswa baru. Namun hingga saat ini yang sudah verifikasi berkas baru sekitar 120 calon siswa. Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya target 180 siswa baru bisa terpenuhi dengan menunggu limpahan dari sekolah lain.

“Dari pengalaman, itu kami biasanya dapat “muntahan” dari sekolah yang levelnya lebih tinggi untuk daftar ke sini,” terang Retno.

Sementara itu, seorang calon siswa baru, Aulia Sari, mengaku sempat kesulitan saat mendaftar akun PPDB Jateng 2024. Meski demikian, ia akhirnya bisa terdaftar setelah datang ke sekolah.

“Bingung dan ribet, harus daftar akun. Tapi setelah coba akhirnya bisa. Cuma ribetnya harus memasukkan nilainya satu persatu. Ini baru selesai verifikasi,” terang Aulia.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]