KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah mendapat suntikan dana signifikan senilai Rp 5,8 triliun dari Kementerian Sosial untuk mendukung program bantuan sosial di wilayahnya. Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara simbolis menerima bantuan tersebut pada kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (6/12/2023). Dana tersebut, dengan rincian yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, dan ATENSI, akan dialokasikan untuk menangani berbagai masalah sosial di Jawa Tengah.
Foto: Dok. Pemprov Jateng
PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana (kanan) saat menerima anggaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp 5,8 triliun untuk program bantuan sosial.

Provinsi Jawa Tengah mendapatkan dukungan finansial signifikan dari Kementerian Sosial sebesar Rp 5,8 triliun untuk memperkuat program bantuan sosial di wilayahnya. Pada Rabu (6/12/2023), Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara simbolis menerima bantuan tersebut saat acara kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Nana menyambut baik dana tersebut, menyatakan keyakinannya bahwa ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jawa Tengah.

Anggaran Dialokasikan untuk Program Bantuan Sosial Beragam

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk menangani berbagai masalah sosial di Jawa Tengah, dengan pembagian yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 4,6 triliun, program bantuan sembako Rp 1,2 triliun, dan ATENSI melalui Sentra Kartini Rp 112 juta. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk berbagai program lainnya, seperti Program YAPI, Program PENA, santunan ahli waris korban bencana sosial dan non-alam, bantuan kearifan lokal, bantuan permakanan lansia, dan bantuan permakanan disabilitas.

Fokus pada Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat

Pj Gubernur Nana menilai bahwa pembangunan di bidang sosial di Jawa Tengah sejalan dengan prioritas nasional untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, menurunkan angka pengangguran, dan mengatasi masalah stunting. Dia menjelaskan dua indikator kinerja utama pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah pada tahun 2023, yaitu target penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan target persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Rencana Strategis Pembangunan Sosial 2024

Nana juga menguraikan kegiatan strategis pembangunan sosial untuk tahun 2024, mencakup bantuan sosial, Kartu Jateng Sejahtera, pengelolaan data kemiskinan, bansos Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif Fakir Miskin (UEP FM), penanganan korban bencana, penanganan PPKS dalam panti, peningkatan kapasitas PSKS, Rehab Sarpras Panti, dan Subsidi Satu Orang Satu Hari (SOSH) Panti Swasta.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengakui bahwa penyelenggaraan pembangunan dan bantuan sosial masih memerlukan perhatian khusus. Dia menegaskan perlunya koreksi terutama terkait data kemiskinan di berbagai daerah.

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama