URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Provinsi Jawa Tengah mendapat suntikan dana signifikan senilai Rp 5,8 triliun dari Kementerian Sosial untuk mendukung program bantuan sosial di wilayahnya. Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara simbolis menerima bantuan tersebut pada kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (6/12/2023). Dana tersebut, dengan rincian yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, dan ATENSI, akan dialokasikan untuk menangani berbagai masalah sosial di Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah Terima Dana Bantuan Sosial Rp 5,8 Triliun

Provinsi Jawa Tengah mendapat suntikan dana signifikan senilai Rp 5,8 triliun dari Kementerian Sosial untuk mendukung program bantuan sosial di wilayahnya. Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara simbolis menerima bantuan tersebut pada kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (6/12/2023). Dana tersebut, dengan rincian yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, dan ATENSI, akan dialokasikan untuk menangani berbagai masalah sosial di Jawa Tengah.
Foto: Dok. Pemprov Jateng
PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana (kanan) saat menerima anggaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp 5,8 triliun untuk program bantuan sosial.
featured-img

Provinsi Jawa Tengah mendapatkan dukungan finansial signifikan dari Kementerian Sosial sebesar Rp 5,8 triliun untuk memperkuat program bantuan sosial di wilayahnya. Pada Rabu (6/12/2023), Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara simbolis menerima bantuan tersebut saat acara kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Nana menyambut baik dana tersebut, menyatakan keyakinannya bahwa ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jawa Tengah.

Anggaran Dialokasikan untuk Program Bantuan Sosial Beragam

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk menangani berbagai masalah sosial di Jawa Tengah, dengan pembagian yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 4,6 triliun, program bantuan sembako Rp 1,2 triliun, dan ATENSI melalui Sentra Kartini Rp 112 juta. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk berbagai program lainnya, seperti Program YAPI, Program PENA, santunan ahli waris korban bencana sosial dan non-alam, bantuan kearifan lokal, bantuan permakanan lansia, dan bantuan permakanan disabilitas.

Fokus pada Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat

Pj Gubernur Nana menilai bahwa pembangunan di bidang sosial di Jawa Tengah sejalan dengan prioritas nasional untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, menurunkan angka pengangguran, dan mengatasi masalah stunting. Dia menjelaskan dua indikator kinerja utama pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah pada tahun 2023, yaitu target penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan target persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Rencana Strategis Pembangunan Sosial 2024

Nana juga menguraikan kegiatan strategis pembangunan sosial untuk tahun 2024, mencakup bantuan sosial, Kartu Jateng Sejahtera, pengelolaan data kemiskinan, bansos Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif Fakir Miskin (UEP FM), penanganan korban bencana, penanganan PPKS dalam panti, peningkatan kapasitas PSKS, Rehab Sarpras Panti, dan Subsidi Satu Orang Satu Hari (SOSH) Panti Swasta.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengakui bahwa penyelenggaraan pembangunan dan bantuan sosial masih memerlukan perhatian khusus. Dia menegaskan perlunya koreksi terutama terkait data kemiskinan di berbagai daerah.

BACA JUGA :

Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan konsep aglomerasi wisata lintas daerah untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan dalam satu paket perjalanan terintegrasi. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana tersebut pada Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), guna memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui konektivitas destinasi, penguatan infrastruktur, pengembangan 1.000 desa wisata, serta dukungan platform digital terpadu.
Liburan Sekali Jalan, Destinasi Banyak! Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah untuk Dongkrak Ekonomi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah melalui program Sekolah Ramah Anak, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta pelatihan bagi pelajar bersama Polda Jateng. Dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik bullying dan mendorong pelaporan serta pendampingan korban secara berkelanjutan.
Ini Upaya Gubernur Ahmad Luthfi Menuju Zero Bullying di Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak mencari solusi bagi masyarakat pesisir yang terdampak rob dengan menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan budidaya nila salin di lahan terdampak rob agar tetap produktif dan mampu menjaga sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan