RASIKAFM SEMARANG – Progres pembangunan Tol Semarang–Demak terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, progres konstruksi secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90,7 persen.
Hal tersebut disampaikan Site Engineering Manager PT BUCG HK Semarang Demak 1A, Arief Bima dalam wawancara bersama Radio Rasika di sela kegiatan berbagi takjil kepada para pengendara di kawasan Kaligawe dan titik U-Turn Kubro, yang menjadi salah satu lokasi pekerjaan proyek tol.
Menurut Bima, untuk porsi pekerjaan yang ditangani pihaknya, progres konstruksi sudah mendekati 90 persen.
“Untuk pekerjaan kami sendiri sudah hampir 90 persen. Secara total bersama kontraktor BUCG progresnya sekitar 90,7 persen,” ujarnya.
Pekerjaan Utama Masuk Tahap Akhir
Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan utama sudah memasuki tahap akhir. Mulai dari pembangunan area approach hingga pengaspalan sudah selesai dan kini telah tersambung menuju jalur elevated yang mengarah ke paket 1B.
“Pekerjaan di area approach sudah sampai tahap aspal, kemudian sudah tersambung ke elevated menuju paket 1B dan juga sudah masuk tahap pengaspalan,” jelasnya.
Jika proses berjalan sesuai rencana, sambungan konstruksi menuju paket 1B ditargetkan dapat rampung setelah Lebaran 2026, sekitar April 2026.
Pekerjaan Masih Berlangsung di Jalur Arteri
Meski sebagian pekerjaan utama hampir rampung, tim proyek masih melanjutkan beberapa pekerjaan lanjutan di jalur arteri sekitar kawasan proyek.
Beberapa titik yang saat ini sedang dikerjakan antara lain:
- Jalan arteri di depan Masjid Kudus
- Area depan White Coffee
Di lokasi tersebut, tim proyek tengah mengerjakan lean concrete (LC) serta pemasangan instalasi listrik.
“Dari sini sampai area lahan paket 1B sebenarnya sudah tersambung semua. Untuk porsi pekerjaan kami sampai struktur Pier 14 – Pier 15 juga sudah terhubung,” kata Bima.
Sementara pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab kontraktor BUCG saat ini masih berada pada tahap erection girder.
Tantangan di Jalur Lalu Lintas Aktif
Menurut Bima, salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek ini adalah karena lokasi konstruksi berada di jalur lalu lintas aktif yang setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan.
“Kita bekerja di jalur lalu lintas aktif. Kendaraan yang melintas mulai dari motor sampai truk tronton dengan muatan besar. Itu menjadi tantangan kami untuk tetap menjaga pekerjaan berjalan sambil mengatur arus lalu lintas,” katanya.
Karena itu, tim proyek harus melakukan berbagai rekayasa lalu lintas serta pengaturan kendaraan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Persiapan Pengamanan Arus Mudik
Menjelang Lebaran, pihak proyek juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan proyek.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemasangan rambu-rambu keselamatan
- Perbaikan jalan existing yang berlubang
- Penambalan dan pemeliharaan jalan secara bertahap
- Perbaikan jalan tersebut akan terus dilakukan hingga mendekati H-1 Lebaran.
“Kami juga menyiapkan tim di lapangan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di segmen proyek,” ujarnya.

Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan
Di sela aktivitas proyek, pihak kontraktor juga menggelar kegiatan berbagi takjil kepada para pengendara yang melintas di kawasan Kaligawe, yang dikenal sebagai salah satu titik dengan lalu lintas cukup padat di Kota Semarang.
Menurut pihak PT BUCG HK Semarang Demak 1A, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintas di area proyek.
Selain sebagai bentuk berbagi di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun kedekatan dengan masyarakat yang terdampak aktivitas pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
Infrastruktur yang Dinantikan
Proyek Tol Semarang–Demak sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang sangat dinantikan masyarakat.
Selain diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan Kaligawe dan Genuk, jalan tol ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Semarang.
Bima mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan percepatan pembangunan agar sebagian jalur dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Kami mengupayakan percepatan agar sebagian jalur bisa dilalui secara bertahap pada tahun 2026,” katanya.
Pihak proyek juga mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan proyek untuk tetap berhati-hati karena masih terdapat aktivitas konstruksi dan kendaraan berat di lokasi tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat yang melintas di area Kaligawe dan Genuk untuk lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” pungkasnya.