URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, mengusulkan sinergi antara OPD dan Tim Penggerak PKK dalam penanganan kemiskinan dan KDRT di Kota Salatiga. Pelibatan 21 OPD senilai Rp7.721.998.136 telah terwujud dalam program PKK dan TP PKK Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan OPD di Salatiga ini Mengaku Siap Dukung PKK

Puluhan OPD di Salatiga ini Mengaku Siap Dukung PKK

Puluhan OPD di Salatiga ini Mengaku Siap Dukung PKK

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi mengharapkan sinergi OPD dengan Tim Penggerak PKK terkait penanganan kemiskinan, dan KDRT.

Hal tersebut disampaikan Sinoeng dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja PKK dengan OPD yang berlangsung di Mini Theater Bung Karno Gedung DPRD Lt 3 Salatiga.

Sinoeng menjelaskan, sekitar 67 persen OPD sudah menjalankannya, sedangkan yang lain masih menunggu anggaran perubahan. Ia berharap, kolaborasi TP PKK dengan OPD benar-benar dimatangkan sejalan dengan kebijakan dari pusat maupun provinsi.

“Pelibatan itu bisa dalam bentuk pelibatan sebagai narasumber, aktivitas kegiatan program OPD, juri, ataupun dalam penyelenggaraan event,“ terangnya.

Pj. Ketua TP PKK Kota Salatiga, Denok Respati Sinoeng menjelaskan, dari 32 OPD di lingkungan Pemkot Salatiga, 21 OPD telah bersinergi dengan PKK. Pelibatan dana dari 21 OPD tersebut bernilai total Rp7.721.998.136,

“TP PKK Kota Salatiga berkomitmen dalam penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, pencegahan dan penanggulangan pernikahan dini. Selain itu juga pencegahan dan penanggulangan KDRT, kekerasan seksual dan perlindungan anak ” tutur Denok.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia