URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah sepeda motor matic terlibat kecelakaan tunggal di jalur Daya Tarik Wisata (DTW) Candi Gedongsongo, tepatnya di Dusun Ngipik, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Rabu (1/5/2024). Diduga rem blong menyebabkan sepeda motor tersebut meluncur tak terkendali di turunan, hingga akhirnya menabrak tiang jemuran dan jatuh ke atap rumah warga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rem Blong, Sepeda Motor ‘Terbang’ dan Tersangkut di Atap Rumah Warga Bandungan

Rem Blong, Sepeda Motor ‘Terbang’ dan Tersangkut di Atap Rumah Warga Bandungan

Rem Blong, Sepeda Motor ‘Terbang’ dan Tersangkut di Atap Rumah Warga Bandungan

Atap rumah warga di Bandungan rusak akibat tertimpa sepeda motor yang mengalami rem blong saat melewati turunan Ngipik, Rabu (1/5/2024). Foto: tangkapan layar video warga
Atap rumah warga di Bandungan rusak akibat tertimpa sepeda motor yang mengalami rem blong saat melewati turunan Ngipik, Rabu (1/5/2024). Foto: tangkapan layar video warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah sepeda motor matic terlibat kecelakaan tunggal di jalur Daya Tarik Wisata (DTW) Candi Gedongsongo, tepatnya di Dusun Ngipik, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (1/5/2024).

Diduga sepeda motor tersebut mengalami rem blong hingga meluncur tak terkendali saat melintas di turunan. Akibatnya, kendaraan sempat ‘terbang’ dan jatuh di atap rumah warga.

Berdasarkan penuturan Supawit (67), salah seorang saksi kejadian, peristiwa itu berawal saat sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi dari arah atas. Kontur jalan yang menurun mengakibatkan laju sepeda motor tak terkendali.

“Sampai di sini, nabrak tiang jemuran dan langsung bablas jatuh ke atap rumah,” ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (2/5/2024).

Dua rumah yang ‘tertimpa’ sepeda motor tersebut adalah milik Jupri dan Adi Susanto. Bagian atap yang terbuat dari asbes hancur berantakan.

“Korban luka dua orang. Yang nyetir kaki sama punggungnya (luka). Kalau yang bonceng luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Peristiwa rem blong ini bukan kali pertama terjadi. Oleh karenanya, warga meminta ada perhatian dari pemerintah untuk membuatkan sarana penyelamat di sekitar lokasi kejadian.

Sementara peristiwa ini berakhir dengan damai. Pihak keluarga sepakat mengganti kerusakan akibat kejadian ini. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga