URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Salatiga menampilkan pembacaan asmaul husna oleh 2.320 anak RA dan TK di bawah PCNU. Acara di Lapangan Pancasila, Rabu (22/10/2025), bertujuan menumbuhkan semangat perjuangan dan kemajuan santri, didukung Pemkot melalui kolaborasi pesantren berkelanjutan dan program pendidikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Santri Salatiga Larut dalam Peringatan HSN 2025 di Lapangan Pancasila

Ribuan Santri Salatiga Larut dalam Peringatan HSN 2025 di Lapangan Pancasila

Ribuan Santri Salatiga Larut dalam Peringatan HSN 2025 di Lapangan Pancasila

Sejumlah santri saat penampilan di HSN 2025 kota Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Pasalnya ada ribuan anak dari Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang membacakan asmaul husna dengan gerakan-gerakan yang menarik. Penampilan itu berhasil menyedot perhatian peserta apel HSN yang digelar di Lapangan Pancasila, Alun-alun Kota Salatiga, Rabu (22/10/2025).

Penampilan tersebut diikuti oleh 2.320 anak RA dan TK di Kota Salatiga yang di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Salatiga. Tak hanya itu, kreasi dari para santri juga ditampilkan dalam acara peringatan tersebut. Di antaranya penampilan pencak silat Pagar Nusa Kota Salatiga dan lainnya.

Ketua PCNU Kota Salatiga Muslikh mengatakan, apel HSN kali ini diikuti oleh 9.999 santri di Kota Salatiga. Angka tersebut melambangkan bintang dalam lambang Nahdlatul Ulama yang berjumlah sembilan.

“Angka sembilan itu menyimbolkan sembilan bintang NU, yang terdiri dari empat pilar NU, yaitu struktur NU, pondok pesantren, sekolah, dan masyarakat umum,” terang Muslikh.

Dikatakan, momentum peringatan HSN ini harus menjadi penyemangat para santri untuk terus berjuang dan membela negara. Seperti santri-santri jaman dulu yang ikut berperan penting dalam mengusir penjajah. Dalam konteks saat ini, santri harus tak hanya mampu menguasai ilmu agama, namun juga harus bisa menguasai ilmu umum maupun teknologi.

“Santri harus peran penting dalam perjuangan meneruskan kemerdekaan Indonesia. Serta mewujudkan kemajuan bangsa dan negara. Itu santri wajib melakukan itu,” jelas Muslikh.

Ketua panitia HSN Kota Salatiga Wahidin mengatakan, momentum HSN tidak hanya diperingati secara seremonial saja. Namun harus menjadi penyemangat bahwa santri harus semakin berkembang dan mendunia.

“Santri-santri tidak hanya bergerak di lokal, namun harus bisa peran dalam kehidupan dunia. Entah di kancah ASEAN, Asia, dan dunia,” katanya.

Ke depannya, kegiatan HSN akan digelar lebih menarik dengan pemberian apresiasi santri pada bidang umum. Sehingga menjadi peneguh bahwa santri itu tak hanya bisa soal ilmu agama saja. Namun juga bisa berprestasi dalam ilmu umum.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, pihaknya berkomitmen akan mendukung para santri untuk berkembang. Salah satunya adalah dengan kolaborasi dengan pesantren dalam pembangunan pesantren yang berkelanjutan.

“Kita harapkan pesantren itu, menerapkan suasana lingkungan pesantren yang hijau. Kita juga akan bentuk peraturan daerah yang mengatur tentang pendidikan santri di pesantren,” terang Robby.

Selain itu, Pemkot Salatiga melalui Dinas Pendidikan juga telah melakukan kerjasama dengan pondok pesantren agar para santri yang mungkin tidak bisa sekolah secara formal, bisa ikut sekolah penyetaraan atau paket.

“Program-progam MBG (Makan Bergizi Gratis) juga sudah melibatkan para santri juga,” kata Robby.

Wali Kota berharap, santri bisa menjadi penggerak kemajuan Indonesia dan agen perubahan dengan berperan penting dalam pembangunan Indonesia, berlandaskan prinsip pesantren yang berakhlakul karimah.

Muslikh saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga