URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kegiatan kepolisian dalam Sosialisasi Operasi Patuh Candi 2024 di Salatiga yang dipimpin oleh Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari melibatkan tindakan simpatik terhadap pelanggar lalu lintas. Dalam kegiatan ini, pengendara yang tidak membawa helm, seperti Rosalia dan suaminya, diberi helm secara cuma-cuma dan ditegur secara humanis, bukan ditilang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kapolres Salatiga Pimpin Sosialisasi Operasi Patuh Candi dengan Pendekatan Humanis dan Edukasi

Kapolres Salatiga Pimpin Sosialisasi Operasi Patuh Candi dengan Pendekatan Humanis dan Edukasi

Kapolres Salatiga Pimpin Sosialisasi Operasi Patuh Candi dengan Pendekatan Humanis dan Edukasi

Rosalia saat menerima helm dari Kapolres AKBP Aryuni Novitasari.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah Rosalia (36) warga kecamatan Suruh kabupaten Semarang, mendadak menghentikan laju sepeda motor yang dinaiki bersama suaminya Dwi.

Kedua pasutri ini berangkat dari Suruh dan hendak bersilaturahmi kerumah saudaranya di Salatiga.
Saat melintas didepan Bundaran Tamansari (depan mall Ramayana) diberhentikan Polisi karena tidak membawa helm.

Rosalia mengaku tadi suaminya sempat berusaha berbalik arah saat melihat banyak polisi karena dirinya tidak mengenakan helm, namun oleh Polisi ditanya secara humanis dan tidak ditilang justru diberi helm.

“Tadi lupa gak bawa helm, karena helm ketinggalan di rumahnya daerah Suruh, tadi tidur dirumah mertua di Salatiga, buru-buru berangkat kerja, syukur tidak ditilang justru dikasih helm, terimakasih Bu Kapolres” ucap Rosalia.

Ya …………..
Apa yang sedang menimpa Rosalia dan suami adalah bentuk aksi simpatik yang dilakukan Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, saat memimpin pelaksanaan Sosialisasi dimulainya Operasi Patuh Candi 2024 di Bundaran Tamansari Kota Salatiga, Senin, 15/07/2024.

“Saat ini kita sedang melaksanakan sosialisasi dimulainya Operasi Patuh Candi 2024, terhadap pelanggar tidak kita laksanakan penindakan berupa tilang, namun diberikan teguran, sebagai pengingat untuk senantiasa tertib berlalu lintas, bagi pelanggar tidak menggunakan helm SNI, kita beri dan pakaikan helm”, ucap AKBP Aryuni Novitasari yang didampingi Kadishub Kota Salatiga Sri Satuti dan Kasat Lantas AKP Suci Nugraheni.

Selain sosialisasi juga disampaikan edukasi kepada pengendara untuk tertib berlalu lintas secara humanis, juga kita libatkan badut lalu lintas untuk menambah kesan simpatik.

“Selain edukasi secara langsung juga kita bagikan selebaran dan leaflet yang berisi prioritas pelanggaran yang akan dilakukan penindakan antara lain larangan menggunakan handphone ketika berkendara”. Tambah Kapolres.

Menurut kapolres pentingnya menggunakan helm termasuk untuk anak di bawah umur, waspada terhadap rambu-rambu lalu lintas, dan penggunaan sabuk pengaman bagi pengguna mobil, termasuk mengingatkan untuk tidak menggunakan knalpot brong, berboncengan lebih dari satu orang, parkir tidak pada tempat yang ditentukan, pengemudi ranmor dalam pengaruh alkohol dan pengemudi yang melawan arus dan pelanggaran-pelanggaran lain yang berpotensi menyebabkan kemacetan, maupun kecelakaan lalu lintas.

Pihaknya berharap dengan adanya Operasi Patuh Candi 2024, masyarakat lebih meningkatkan kesadarannya untuk patuh dan tertib berlalu lintas, sehingga dapat menurunkan angka maupun fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, pastikan sebelum berkendara di jalan raya siapkan perlengkapan diri dan kendaraan mulai dari surat-surat sampai perlengkapan kendaraan, utamakan keselamatan saat berkendara jadikan keselamatan nomor satu, karena keluarga menunggu dirumah.

Kapolres Salatiga saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Satreskrim Polres Salatiga menangkap buronan yang diduga menjadi otak sindikat pembobolan rekening bank swasta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sindikat tersebut diduga menguras saldo nasabah hingga Rp750.747.508 dengan membeli data rekening secara daring, membuat KTP palsu, lalu mengganti kartu ATM korban di kantor cabang bank menggunakan identitas palsu.
Tersangka Pembobolan Rekening Bank Rp750 Juta Ditangkap, Pelaku akui Jualan dari Medsos
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara