KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Salat Id Berjamaah di Simpang Lima, Ganjar: Suasananya Luarbiasa Menggembirakan

Salat Id Berjamaah di Simpang Lima, Ganjar: Suasananya Luarbiasa Menggembirakan

Salat Id Berjamaah di Simpang Lima, Ganjar: Suasananya Luarbiasa Menggembirakan

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Senin (2/5). Ini menjadi yang pertama setelah dua tahun sebelumnya, Ganjar melaksanakan secara terbatas di rumah jabatannya.

Berangkat pukul 06.00 wib dari kediaman dinas, Ganjar langsung bergabung dengan jemaah yang telah memadati kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Antusiasme masyarakat yang terus berdatangan pun membuat panitia memberi tambahan waktu lima menit.

“Suasananya luarbiasa tadi kita undur lima menit karena antusiasme masyarakat yang tadi sempat berlari-lari, tentu suasananya sangat menggembirakan,” ujar Ganjar ditemui usai salat Id.

Apalagi dalam khotbahnya, lanjut Ganjar, khotib menyampaikan pesan yang dalam tentang islam rahmatan lil alamin dan bisa ditunjukkan dengan perilaku tidak menyebar hoaks serta menjaga persatuan dengan memberikan nilai kebaikan.

“Masyaallah ini sesuatu yang menurut saya luarbiasa yang bisa didengar setelah dua tahun. Kita tidak bisa mengikuti salat idul fitri berjamaah seperti ini dan tentu saja menjadi kebahagiaan kita semuanya,” kata Ganjar.

Kebahagiaan juga dirasakan Nur warga Randusari Semarang. Setelah dua tahun melaksanakan Salat Id di rumah, Nur mengaku senang bisa kembali mengikuti salat berjamaah di Simpang Lima.

“Ya senang, karena saya tiap tahun juga salat id di sini. Cuma dua tahun kemarin di rumah, ini bisa di sini lagi seneng banget,” katanya.

Senada disampaikan Syawal, warga Jakarta yang turut mudik ke Semarang. Dengan ini, kata Syawal, melengkapi ritual lebaran setelah dua tahun tidak salat berjamaah di tempat terbuka.

“Alhamdulillah bisa salat jamaah bareng-bareng. Ramai banget yah, tapi juga pada pakai masker. Ya seneng lah,” ucapnya.

Ditual Tandang Keluarga Usai Salat Id, Ganjar; Saya Titip Maskernya Dipakai

Gubernur Ganjar Pranowo melihat pelaksanaan Salat Idul Fitri berjamaah di lapangan Pancasila Simpang Lima berjalan lancar. Sebagian besar masyarakat juga tampak mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Usai salat, Ganjar berpesan pada masyarakat untuk tetap menjaga prokes saat melaksanakan ritual lebaran yakni bertandang ke sanak saudara. Paling sederhana, kata Ganjar, agar selalu
memakai masker.

“Pasti setelah ini akan piknik, pasti akan setelah ini akan bertandang ke keluarga. Saya titip pesan tetap jaga protokol kesehatan, yang paling simpel pakai maskernya,” tandas Ganjar.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]