KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Satu Murid Terindikasi Covid-19, Satu Kelas di SD Negeri Ungaran 01 Diliburkan Seminggu

Satu Murid Terindikasi Covid-19, Satu Kelas di SD Negeri Ungaran 01 Diliburkan Seminggu

Satu Murid Terindikasi Covid-19, Satu Kelas di SD Negeri Ungaran 01 Diliburkan Seminggu

UNGARAN – Adanya temuan indikasi kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah di Kabupaten Semarang membuat pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi. Salah satu sekolah yang melakukan hal tersebut adalah SD Negeri Ungaran 01 menyusul salah satu murid kelas VI terindikasi positif Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Kepala SD Negeri Ungaran 01 Prayitno membenarkan jika di lingkungan sekolahnya terdapat satu murid yang sakit dengan indikasi positif Covid-19.

“Beberapa hari yang lalu ada salah satu murid kelas VI B tidak berangkat sekolah karena sakit. Indikasinya mengarah ke Covid-19,” ujarnya.

Atas hal itu pihak sekolah segera melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang untuk segera ditindaklanjuti. Sehingga pada Senin (7/2/2022) tim dari Puskesmas Ungaran melaksanakan tracing dengan uji swab antigen terhadap murid dan guru yang satu kelas dan kontak erat dengan yang bersangkutan.

“Total yang diswab ada 36 murid ditambah 30 orang guru dan tenaga pendidik. Alhamdulillah semuanya negatif,” terangnya.

Langkah selanjutnya yang diambil adalah dengan menutup sementara PTM kelas VI B selama satu minggu. Sedangkan bagi murid yang terindikasi positif Covid-19 diberikan waktu istirahat di rumah selama 2 minggu.

“Lingkungan sekolah kami sterilkan lagi dengan penyemprotan disinfektan. Selain kelas yang bersangkutan tetap melaksanakan PTM, akan tetapi dibatasi menjadi 50 persen,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan bagi murid selain kelas VI B di SD Negeri Ungaran 01 tetap melaksanakan PTM akan tetapi tidak 100 persen sebagaimana sebelumnya.

“PTM maksimal 50 persen. Prokes juga lebih diperketat, satu bangku hanya diisi satu murid setiap kelas,” ungkapnya.

Selain di SD Negeri Ungaran 01, diterangkan Katon indikasi positif Covid-19 juga ditemukan di SMP Negeri 1 Bandungan. Atas hal itu pihaknya segera membuat surat edaran yang akan dikirimkan ke seluruh kepala sekolah.

“Kami sudah susun konsep surat edarannya dan segera akan dikirimkan ke seluruh kepala sekolah mulai TK, SD dan SMP di Kabupaten Semarang untuk melaksanakan PTM 50 persen mulai Rabu (9/2/2022),” paparnya.

Sementara berkaitan dengan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, Katon menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang untuk pelaksanaan penyemprotan disinfektan dan juga uji swab antigen.

“Tentunya hal itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing puskesmas,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]