URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pendidikan Kota Salatiga menetapkan kembali sistem sekolah enam hari bagi SD dan SMP negeri mulai semester genap 2026. Kebijakan ini diterapkan oleh Disdik Salatiga pada 5 Januari 2026 untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, dengan penyesuaian jam belajar dan sebagian mata pelajaran dialihkan ke hari Sabtu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

SD dan SMP Negeri di Salatiga Kembali akan Menerapkan 6 Hari Sekolah. Swasta Belum !

SD dan SMP Negeri di Salatiga Kembali akan Menerapkan 6 Hari Sekolah. Swasta Belum !

SD dan SMP Negeri di Salatiga Kembali akan Menerapkan 6 Hari Sekolah. Swasta Belum !

Dinas Pendidikan Kota Salatiga menetapkan kembali sistem sekolah enam hari bagi SD dan SMP negeri mulai semester genap 2026. Kebijakan ini diterapkan oleh Disdik Salatiga pada 5 Januari 2026 untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, dengan penyesuaian jam belajar dan sebagian mata pelajaran dialihkan ke hari Sabtu.
Foto Arief Rasika
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Jawa Tengah, akan kembali menerapkan sistem sekolah enam hari bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada semester genap atau awal tahun 2026.

Kepala Disdik Kota Salatiga Muh Nasiruddin menjelaskan, penerapan kembali enam hari sekolah bertujuan meningkatkan efektivitas siswa dalam menerima pembelajaran. Kebijakan lima hari sekolah sebelumnya disebut hanya bersifat uji coba.

“Untuk aturan dulu yang mengubah dari enam hari menjadi lima hari sekolah, itu kan dulu sifatnya uji coba, edaran. Jadi nanti kita akan cabut dulu [aturan lima hari sekolah], kita tetapkan kembali menjadi enam hari sekolah,” terang Nasiruddin.

Rencananya program ini akan Mulai Berlaku 5 Januari 2026.

Nasiruddin menyampaikan, Disdik Kota Salatiga telah mengedarkan aturan tersebut kepada seluruh sekolah negeri. Pemberlakuan enam hari sekolah akan dimulai bersamaan dengan awal masuk semester genap Tahun 2026.

“Efektif berlakukan mulai besok tanggal 5 Januari 2026, untuk SD dan SMP Negeri. Kalau yang swasta mereka kan punya wewenangnya, tapi kalau mau ikut (enam hari sekolah) atau tidak ya nggak masalah,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan enam hari sekolah akan diikuti penyesuaian waktu belajar mengajar. Sejumlah mata pelajaran akan digeser ke hari Sabtu sehingga jam pulang sekolah menjadi lebih awal. Hingga saat ini, Disdik mengaku belum menerima laporan penolakan terkait kebijakan tersebut.

“Kalau nanti ada pro kontra itu wajar. Pasti kalau ada aturan yang kita berlakukan ada pro kontra itu wajar,” kata Nasiruddin.

Salah seorang orang tua siswa, Ariesta, mengaku masih bingung dengan kebijakan kembali ke enam hari sekolah. Pasalnya, anaknya sudah terbiasa menjalani sistem lima hari sekolah.

“Sebagai orang tua yang bekerja setuju lima hari sekolah. Karena sabtu-minggu masih ada waktu istirahat dan membersamai anak. Anak Sabtu juga bisa istirahat sambil mengerjakan tugas sekolah,” katanya.

Meski demikian, Ariesta tidak sepenuhnya menolak kebijakan tersebut karena anaknya masih memiliki waktu istirahat siang setelah sekolah.

“Sorenya juga masih ada waktu untuk main dan juga masih ada waktu untuk les. Jadi masih bingung ada plus dan minusnya,” terangnya.

Sementara itu, orang tua siswa lainnya, Hartatik, justru menyambut baik kebijakan enam hari sekolah. Ia menilai waktu pulang yang lebih cepat memberi ruang aktivitas positif bagi anak.

“Kalau enam hari sekolah kan waktu pulangnya lebih cepat. Jadi setiap hari masih ada waktu untuk anak yang suka sepak bola dan untuk belajar mengaji,” katanya.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah