URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan sapi dan kambing yang melandai di Salatiga meningkatkan kebutuhan kurban untuk Idul Adha 2023. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Henny Mulyani, mengungkapkan peningkatan ini dan langkah-langkah yang diambil untuk memenuhi permintaan kurban.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Permintaan Hewan Kurban di Salatiga Naik

Permintaan Hewan Kurban di Salatiga Naik

Permintaan Hewan Kurban di Salatiga Naik

Sejumlah petugas dari Dispangtan Salatiga saat memeriksa Sapi
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Melandainya kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan sapi dan kambing membuat kebutuhan kurban untuk iduladha tahun 2023 di Salatiga meningkat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga Henny Mulyani. Peningkatan itu sudah terlihat dengan banyaknya takmir masjid yang mendaftar untuk melakukan pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Salatiga.

“Kita baru lihat yang kemarin mengantri di RPH saja sudah ada peningkatan gitu ya. Sampai kita membatasi sehari 50 hewan. Harapannya kalau 50 itu, nanti takmir masih punya waktu untuk membagikan. Saking banyaknya ini sudah menolak,” beber Henny Rabu (14/6/2023).

Meski begitu, pihaknya tidak hanya menolak saja. Namun tetap mencatat sehingga pada saat pelaksanaan pemotongan, pihaknya akan mengirim petugas untuk mendampingi dan memonitoring.

Disebutkan kebutuhan hewan kurban di Salatiga saat ini sekitar 300-an sapi dan ratusan kambing. Kebutuhan itu diambil dari daerah Boyolali, Kabupaten Semarang, dan Blora. Sebab daerah tersebut cukup melimpah hasil peternakan.

Menurut Henny, ada hal yang menyebabkan kurban tahun ini meningkat. Pertama karena kesejahteraan warga yang meningkat dan mau berkurban. Selain itu juga karena PMK sudah landai.

“Kalau yang kemarin mungkin tidak tercatat berkorban di Salatiga, karena ada PMK mungkin kurban di daerah yang lain. Tapi karena sekarang PMK sudah landai. Sehingga semakin banyak yang mulai berkurban lagi di kota Salatiga,” ungkap Henny.

Persiapan kurban tahun ini, pihaknya telah berupaya melakukan vaksin PMK dan LSD. Untuk PMK Salatiga relatif aman. Sedangkan untuk LSD jumlah yang terjangkit hanya puluhan. Namun pihaknya mengantisipasi masuknya sapi dan kambing dari luar daerah. Tujuannya agar tidak terjangkit ke hewan lain.

“Kita harus rajin menyapu menyisir tiap hari. Dari puluhan itu yang terkena PMK, hanya sisa satu dua aja. Untuk sapi yang baru (dari luar daerah) mereka sudah uber. Sehingga sudah tapis (semua) gitu bahasa jawanya,” tandasnya.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia