KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sejak 10 tahun Lalu, Warga Kalicacing Salatiga ini Sukses Berjualan Kaos di Lukis

Sejak 10 tahun Lalu, Warga Kalicacing Salatiga ini Sukses Berjualan Kaos di Lukis

Sejak 10 tahun Lalu, Warga Kalicacing Salatiga ini Sukses Berjualan Kaos di Lukis

[@]Prasojo Broto Saptono warga Kelurahan Kalicacing Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga berhasil melukis di dalam media pakaian atau kaos.

Prasojo sapaannya, berawal dari dirinya pernah membeli kaos dan melihat proses pembuatan kaos sablon tersebut.
Setelah melihat proses pembuatan kaos sablon, lalu Prasojo berinisiatif untuk membuat sendiri.

“Kalau proses pembuatannya seperti itu, kenapa saya tidak membuat sendiri saja dan kelihatannya kan gampang juga,” kata Prasojo, (22/2/2023).

Setelah melihat proses pembuatan, lanjutnya, Prasojo lalu mempersiapkan bahan-bahan untuk menyablon kaos dengan jumlah satuan.

“Kalau hanya menggunakan cat dan kuas, saya kan sering melukis dan sebenarnya sama medianya,” jelasnya.

Prasojo lalu mencoba membuat satu dengan menggunakan cat sablon yang diencerkan namun hasilnya kurang memuaskan.

“Hasilnya kaku sekali dan keras, lalu saya mencoba memakai cat akrilik,” ujarnya.

Prasojo mengaku bahwa dirinya mencoba melukis di media kaos sekitar sepuluh tahun lalu.

Pada dua tahun terakhir, dirinya berganti ke cat tekstil karena lebih lentur dan minim risiko pecah pada lukisan di kaos tersebut saat di cuci.

“Cat akrilik saya pakai sampai bertahun-tahun, namun dua tahun kemarin saya ganti ke cat tekstil karena lebih lentur dan awet,” paparnya.

Untuk melukis kaos, Prasojo hanya membutuhkan bahan yakni kaos polos, kuas dan cat tekstil.

Prasojo menjual kaos lukis ini berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu per kaos.

“Untuk yang Rp 60 ribu itu saya menjual jasanya saja, kalau sekalian kaosnya harganya Rp 100 ribu,” katanya.
Dirinya membuat satu kaos lukis memakan waktu hingga satu hari.

Sementara itu, pembeli kaos lukis, Erik mengatakan bahwa dirinya berkeinginan membeli kaos lukis ini karena tidak sama dengan lainnya.

“Saya cari-cari di Salatiga ternyata ada kaos yang unik yakni kaos lukis ini dan desainnya tidak akan ada yang menyamain,” kata Erik.

Menurutnya kaos lukis yang di buat Prasojo ini dapat memilih desain atau gambar sesuai keinginannya.

“Untuk desainnya saya bisa memilih sendiri sesuai keinginan saya dan harganya juga murah padahal melukis itu butuh keahlian,” ungkapnya.

 

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]