RASIKAFM.COM | SALATIGA – Membaca judul berita ini sepintas akan menimbulkan tanda tanya besar. Apakah dengan “kungkum” alias mandi di sendang Patirtan Penjawi Resto dan Resort di Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, bisa membuat orang terlihat lebih muda?.
Namun jawaban atas pertanyan ini segera terjawab jika anda sudah mencobanya. Karena saat berenang dikolam, ratusan ikan dewa yang menyentuh kulit dengan lembut, akan menimbulkan sensasi tersendiri.
Bukan sekadar sensasi geli, melainkan pengalaman yang nyaris ritual: hening, alami, menenangkan.
Saat ini kawasan wisata air itu kembali berdenyut. Launcing Patirtan Penjawi Resto dan Resort menandai dibukanya lagi destinasi wisata berbasis sumber air alami tersebut. Kolam-kolam kembali terisi tawa, dan air kembali menjadi pusat cerita.
“Hari ini kita launching, mulai aktivitas lagi, Patirtan Penjawi,” ujar owner Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Iwan Gunawan Herdiwanto, saat ditemui rasikafm.com. Minggu (15.2.2026)
Nama Patirtan Penjawi sendiri dipilih bukan tanpa maksud. “Jadi filosofinya, patirtan itu kan pemandian para raja zaman dahulu ibaratnya,” ujarnya.
“Nah Penjawi kebetulan kita ambil dari nama tokoh tiga serangkai pendiri Kerajaan Mataram, di situ ada Ki Penjawi, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani.”
Di sini, air bukan hanya untuk membasuh tubuh, melainkan juga untuk mengingat asal-usul.
“Artinya selain tamu yang datang itu tidak hanya menikmati suasana alam, tapi juga ada sejarah,” katanya.
“Yang jelas dengan adanya sumber air ini, di situ pasti ada spirituil spirituil, ibarat kita akan kembali ke alam, kita akan ingat alam, untuk tadabur alam istilahnya.”
Menurut Iwan, konsepnya sederhana, tapi justru di situlah daya pikatnya: kembali ke sumber. Kolam pemandian dialiri langsung dari mata air alami yang tak tercemar.
“Jadi secara umum, di sini, karena ada sumber air, jadi kebetulan kolam renang kita ini spesialnya, berenang dengan ikan dewa,” katanya.
Iwan menyebut jika kehadiran ratusan ikan dewa itu bukan hiasan biasa. Dalam tutur masyarakat, mereka menyimpan kisah lama. “Di mana ikan dewa itu, konon penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi,” tuturnya.
Menjelang Ramadan, denyut pengunjung mulai terasa. Sejumlah tamu dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya telah memesan kamar.
“Memang tujuan kita menjelang Ramadan, memang sudah banyak tamu-tamu luar Kota Jakarta, Bandung dan sekitarnya, sudah banyak pesan,” katanya.
“Penginapan memang kita masih dalam tahap renovasi, ibaratnya memang kita menciptakan suasana alam, penginapan ini nuansa pedesaan, tapi dengan kualitas resort,” kata Iwan.
Di bagian belakang, danau besar membentang. Airnya tenang, bisa untuk memancing atau sekadar duduk menunggu senja.
“Danau besar di belakang, Patirtan Penjawi, bisa untuk mancing, glamping dan pernah diuji coba oleh teman-teman,” katanya.
Resto menjadi pelengkap yang mengikat pengalaman. Sajian Nusantara, terutama ikan air tawar, disiapkan dari dapur yang menghadap alam.
“Menu khas di sini aneka masakan ikan air tawar, ada nila gurame, ada mujair ada juga khasnya, ayam betutu,” ujar Iwan.
“Nanti akan berlanjut dengan menu-menu khas daerah-daerah di Indonesia ini,”ungkap Iwan.
Kawasan dibuka mulai pukul 09.00 hingga malam. Mereka yang ingin berendam dalam gelap, kungkum di bawah langit desa, dipersilakan.
“Kita biasa dari 9.00 pagi, sampai malam,” katanya.
“Kadang-kadang orang berendam itu kan pengennya malam, pengen kungkum, ya kita persilahkan.”
Tarif penginapan disiapkan untuk segmen menengah.
“Nah nantinya rencananya memang kita akan menarik, dari yang kecil, mungkin sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta,” ujar Iwan.
Jadi jika anda masih penasaran tidak ada salahnya mencoba berenang sambil menikmati sensasi sentuhan ikan dewa (Rief)