URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 800 warga di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menghadapi kelangkaan air bersih akibat sumur-sumur yang kering selama tiga bulan terakhir. Dusun Mulyosari dan Kebontaman, dua dusun yang terdampak, bergantung pada sumur-sumur tersebut untuk pasokan air.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sumur Mengering, Warga Desa Kalikayen Rela Tempuh Perjalanan 3 Kilometer Cari Air Bersih

Sumur Mengering, Warga Desa Kalikayen Rela Tempuh Perjalanan 3 Kilometer Cari Air Bersih

Sumur Mengering, Warga Desa Kalikayen Rela Tempuh Perjalanan 3 Kilometer Cari Air Bersih

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG -Sebanyak 800 warga di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang kekurangan air bersih. Pasalnya, warga yang tersebar di dua dusun yakni Dusun Mulyosari dan Kebontaman ini hanya mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih, padahal kondisinya sudah mengering sejak tiga bulan terakhir.

Seperti yang dialami oleh Sayaah (60), seorang warga RT 3 RW 4 Dusun Kebontaman. Sumur berkedalaman 17 meter yang ada di rumahnya sudah kering sehingga praktis tidak bisa diandalkan saat musim kemarau seperti sekarang.

“Setiap tahun selalu begini (kering) sumurnya pas kemarau. Jadi susah mau cari air bersih,” kata Sayaah saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/8/2023) sore.

Atas kondisi ini, ia mengaku harus rela menempuh perjalanan hingga 3 kilometer untuk mencari air bersih ke sungai terdekat. Itupun hanya dimanfaatkan untuk keperluan mandi dan mencuci.

“Kalau untuk minum ya beli, karena air sungai tidak bisa (diminum),” ujarnya.

Kondisi ini turut diamini oleh Sugiyono, Kepala Desa Kalikayen. Bencana kekeringan ini sudah dialami sejak bulan Mei 2023. Terlebih masih banyak warga yang tidak memiliki sumur, sehingga praktis mengandalkan bantuan berupa kiriman air bersih.

“Yang paling terdampak memang Dusun Kebontaman ini, kalau di Mulyosari ada tapi tidak sebanyak yang di sini,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Sugiyono, pihak Pemerintah Desa Kalikayen sebenarnya sudah berusaha membuat dua unit sumur dan mencari sumber air hingga ke Desa Kawengen yang berjarak lebih kurang 5 kilometer untuk mengatasi masalah krisis air bersih ini.

“Tetapi tidak keluar airnya, padahal biaya yang dikeluarkan juga besar,” jelasnya.

Pihaknya juga telah melayangkan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu sudah dikirim 1 kali. Tapi ini sudah mulai habis lagi sehingga tentunya masih sangat membutuhkan bantuan lagi,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan

INFOGRAFIS

TERKINI

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan...
Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut...
24 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 13.00–17
24 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 13.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan Semarang dan pesisir Jawa Tengah terjadi pada Rabu (24/6/2026) siang hingga sore hari dengan tinggi...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 24 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi secara tidak merata pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan dan dataran tinggi akibat kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
24 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 24 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hujan...
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada 23 Juni 2026 untuk mempercepat penanganan rob yang menggenangi permukiman warga. Pemprov Jateng menyiapkan...
Muat Lebih

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia