URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Hujan deras menyebabkan teras rumah dan badan jalan di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Ungaran Timur, ambles hampir 3 meter. Dua rumah warga terdampak di Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026) siang. Peristiwa dipicu curah hujan tinggi dan luapan air, ditangani polisi dan BPBD dengan pembuatan saluran sementara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Teras dan Jalan Ambles Sedalam 3 Meter, Dua Rumah di Ungaran Timur Diterjang Banjir Bandang

Teras dan Jalan Ambles Sedalam 3 Meter, Dua Rumah di Ungaran Timur Diterjang Banjir Bandang

Teras dan Jalan Ambles Sedalam 3 Meter, Dua Rumah di Ungaran Timur Diterjang Banjir Bandang

Garis polisi terpasang di sekitar area tanah ambles yang terjadi di rumah warga perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (12/2/2026). Foto: win
Garis polisi terpasang di sekitar area tanah ambles yang terjadi di rumah warga perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (12/2/2026). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (12/2/2026) siang mengakibatkan teras rumah dan badan jalan di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Ungaran Timur, ambles sedalam hampir 3 meter. Dua rumah warga terdampak, salah satunya milik Suparti (54).

Peristiwa terjadi sekitar tengah hari saat hujan turun dengan intensitas tinggi disertai petir. Teras rumah Suparti dan badan jalan di depan rumahnya sepanjang kurang lebih 5 meter ambles secara tiba-tiba.

Suparti menuturkan, sebelum kejadian ia sempat membantu tetangga yang terdampak banjir bandang. Saat kembali ke rumah, kondisi awal masih terlihat aman, namun sudah muncul retakan di bagian samping teras.

“Saya lihat awalnya masih aman, tapi sebelah sini sudah retak. Terus saya langsung keluarkan suami saya yang sakit stroke ke rumah tetangga. Baru sampai depan jalan, tiba-tiba langsung ‘brek’ ambles,” ujarnya.

Menurutnya, air bah datang dari bagian atas perumahan dengan arus deras hingga tidak tertampung saluran yang ada. Air bahkan sempat masuk ke dalam rumah melalui retakan tembok sebelum akhirnya tanah di bagian teras dan jalan ambrol. Saat kejadian, anak perempuannya yang berusia 21 tahun berada di dalam rumah. Beruntung seluruh anggota keluarga berhasil keluar sebelum amblesan terjadi.

“Awalnya tidak menyangka separah ini. Saya syok, belum bisa mikir apa-apa. Untuk sementara numpang di tetangga dulu,” katanya.

Tak hanya rumah Suparti, rumah tetangganya, Imam Ruswahyudi (46), juga terdampak. Tembok pembatas bagian belakang rumahnya jebol akibat tekanan air dari area kebun di belakang perumahan, menyebabkan air masuk hingga setinggi lutut orang dewasa dan merendam seluruh ruangan. Ia mengetahui kejadian tersebut dari video yang dibagikan di grup RT saat masih berada di kantor.

“Saya dapat video di grup, ternyata itu rumah saya. Air sudah keluar dari pintu. Saya langsung izin pulang. Sampai sini air masih deras dan tinggi,” ujarnya.

Rumah dalam kondisi kosong saat kejadian karena seluruh anggota keluarga sedang bekerja dan sekolah. Sejumlah barang tidak sempat diselamatkan, termasuk laptop milik anaknya yang terendam air.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, curah hujan yang tinggi menyebabkan sedikitnya dua kejadian di wilayah Ungaran, yakni tanah longsor dan amblesnya tanah yang berdampak pada rumah warga.

“Kami sudah mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk memantau wilayah masing-masing. Di lokasi ini ada tanah ambrol dan rumah warga kebanjiran akibat tembok jebol,” jelasnya.

Polres Semarang membentuk Pasukan Siaga Bhayangkara yang beranggotakan 61 personel untuk membantu penanganan bencana. Personel dibagi di dua titik, yakni di lokasi ambles di Ungaran Timur dan di wilayah Gogik, Ungaran Barat, yang juga terjadi longsor hingga menutup jalan.

“Prioritas kami memastikan masyarakat selamat dan mencegah dampak susulan. Tadi kami bersama BPBD membuat saluran air sementara dan kolam penampungan agar air tidak kembali mengalir ke rumah warga,” tambahnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan menyampaikan, hujan deras pada Kamis siang menyebabkan sejumlah titik bencana di wilayah Ungaran dan sekitarnya.

Selain amblesnya teras dan jalan di Perumahan Jatiasri, tercatat longsor tebing di Desa Kalirejo, talud ambrol di Lerep hingga menutup jalan, serta tanah ambles di Kawengen yang menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan dari tembok hingga genting.

“Langkah yang sudah dilakukan antara lain penanganan longsor, koordinasi dengan DPU untuk limpasan air, penyedotan air di rumah terdampak, serta asesmen lanjutan di beberapa titik,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Dusun Gading, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengeluhkan dugaan pencemaran Kali Serang yang terjadi selama tiga hari terakhir hingga menyebabkan ikan lokal mati, air menimbulkan rasa gatal, dan bau menyengat tercium sampai permukiman warga, Selasa (19/5/2026). Warga bersama karang taruna menyisir aliran sungai sejauh sekitar 10 kilometer untuk menelusuri sumber limbah yang diduga dibuang pada waktu tertentu.
Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Dewa di Kali Serang Tengaran Mati
Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di jalur penyelamat Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (19/5/2026) malam. Insiden diduga dipicu gangguan pengereman pada kedua kendaraan hingga menyebabkan benturan di jalur penyelamat dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka, satu di antaranya luka berat.
Rem Blong, Dua Truk Tabrakan di Jalur Penyelamat JLS Salatiga
Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental berbobot 1,48 ton senilai sekitar Rp103 juta itu dipilih karena memenuhi standar kesehatan dan diberikan kepada wilayah yang belum pernah menerima bantuan serupa serta sempat terdampak bencana alam.
Sapi Berbobot 1,48 Ton dari Presiden Prabowo Disalurkan bagi Warga Duren Sumowono
Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental...
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sistem digital guna mengatasi antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo yang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Kesehatan pada Selasa (26/5/2026). Melalui pendaftaran berbasis aplikasi dan integrasi informasi ketersediaan kamar rawat inap, pelayanan kesehatan diharapkan lebih tertata, mengurangi waktu tunggu pasien, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sistem digital guna mengatasi antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo yang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Kesehatan pada Selasa...
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, dan daun pisang untuk pembagian daging kurban Iduladha 1447 H di Kabupaten Semarang. Imbauan disampaikan saat meninjau Pasar Hewan Ambarawa pada Selasa (26/5/2026) sebagai upaya mengurangi sampah plastik serta mendorong pengelolaan limbah kurban yang lebih baik dan tidak mencemari lingkungan.
Bupati Semarang Ajak Warga Gunakan Besek dan Daun untuk Bungkus Daging Kurban
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, dan daun pisang untuk pembagian daging kurban Iduladha 1447 H di Kabupaten Semarang. Imbauan...
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk dalam kondisi sehat setelah melalui pemeriksaan ketat sejak pintu masuk pasar. Aktivitas jual beli meningkat dengan harga sapi kurban berkisar Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor, sementara tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk...
Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, aktivitas jual beli kambing kurban di sejumlah lapak Kota Salatiga mulai meningkat, namun para pedagang mengaku daya beli masyarakat menurun dibanding tahun...
Muat Lebih

POPULER

Grup hadroh modern Ukhti Salam Bernada (USB) yang beranggotakan 17 pensiunan pejabat Pemerintah Kota Salatiga tampil memukau dalam acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu (23/5/2026). Dibentuk pada Februari 2026 sebagai wadah silaturahmi dan berkarya, grup ini memadukan rebana dengan alat musik modern serta telah menerima sejumlah undangan pentas di berbagai daerah sekitar Salatiga.
Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas Tari Klasik Gaya Surakarta di Pendopo Bung Karno, Salatiga, Minggu (24/5/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. Kegiatan yang awalnya menargetkan 30 peserta ini diikuti 62 orang berusia 12 hingga 62 tahun, yang belajar Tari Golek Sri Rejeki untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan seni tradisi kepada generasi masa kini.
Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved