URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekda kota Salatiga, Wuri Pujiastuti di adukan ke Polres dan Kejaksaan. Ia dituduh melakukan mal administrasi berkait permohonan tukar guling. Akibatnya pelayanan masyarakat dinilai lamban.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terkait Rencana Tukar Guling Tanah Yayasan, Sekda Wuri Mengaku Siap Buka Bukaan

Terkait Rencana Tukar Guling Tanah Yayasan, Sekda Wuri Mengaku Siap Buka Bukaan

Terkait Rencana Tukar Guling Tanah Yayasan, Sekda Wuri Mengaku Siap Buka Bukaan

Sekda kota Salatiga Wuri Pujiastuti (Poto dok ist)

Sekda kota Salatiga, Wuri Pujiastuti di adukan ke Polres dan Kejaksaan. Ia dituduh melakukan mal administrasi berkait permohonan tukar guling. Akibatnya pelayanan masyarakat dinilai lamban.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana membenarkan adanya pengaduan tersebut. Ia menjelaskan jika pihaknya masih mempelajari permasalahan tersebut. Hal sama di kejaksaan. Mereka juga melakukan kajian terlebih dahulu atas aduan yang disampaikan.

Sementara itu saat bertemu wartawan Sekda Wuri Pujiastuti bergeming dengan adanya pengaduan itu. Ia menyatakan siap buka bukaan agar masyarakat paham apa yang sebenarnya terjadi. “Saya tetap berpegang kepada regulasi yang berlaku. Saya siap jika dipanggil untuk memberikan keterangan,” tegas Wuri.

Ia menjelaskan mengenai proses tukar guling tanah aset milik Pemkot Salatiga yang dimohonkan oleh Yayasan Karantiy Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTAN) Salatiga.

“Proses tukar guling itu diajukan pada bulan April lalu menjelang Walikota Yuliyanto purna. Pengajuannya atasnama Yayasan Karantina Alquran, dan atasnama pengurus Dwi Cahyono. Namun saat pengajuan belum disertai persyaratanya,”jelas Wuri.

Lalu, lanjut Wuri, Pemkot menjawab pengajuan itu yang intinya agar melengkapi persyaratan dan diajukan lagi. Karena persyaratan belum dipenuhi secara lengkap , maka tim pemkot tidak berani proses.

“Tanah pengganti harus atas nama yayasan. Sekda hanya koordinator, kalau tim belum bisa proses tidak bisa di paksa,” tambahnya.

BACA JUGA :

Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved