URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tingginya Permintaan, Agen Tabung Di Salatiga Kerap Layani Konsumen Sampai Malam Hari

Tingginya Permintaan, Agen Tabung Di Salatiga Kerap Layani Konsumen Sampai Malam Hari

Tingginya Permintaan, Agen Tabung Di Salatiga Kerap Layani Konsumen Sampai Malam Hari

featured-img
Seorang pekerja saat mengecek stok tabung elpiji di Salatiga . Selasa 13 Juli.

RASIKAFM – Akibat pandemi Covid-19 membuat permintaan tabung oksigen di Kota Salatiga mengalami kenaikan pesat. Terlebih, banyaknya warga terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman) sangat membutuhkan tabung oksigen sebagai alat bantu pernafasan.

Kepada RASIKAFM Pemilik agen isi ulang tabung oksigen Murtopo (49) mengatakan permintaan tabung dari rata-rata 25 buah perhari menjadi 50 perhari.

“hal ini terjadi karena banyak pasien Covid-19 yang mengalami sesak nafas. Jadi sementara kebutuhan industri kami tidak utamakan. Permintaan isi ulang ini juga melonjak berkisar 100 persen bahkan lebih,” terangnya kepada wartawan di lokasi agen tabung oksigen, Jalan Karang Kepoh I, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga,

Menurut Murtopo, tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan pasien Covid-19 pelayanan isi ulang dilayani selama 24 jam. Adapun peminjaman tabung tidak dilayani karena sudah sepenuhnya guna memenuhi kebutuhan medis.

“Untuk tabung kecil ukuran tinggi 1 meter permintaan perhari mencapai 80 tabung dari pagi sampai malam. Sedang kami stok tabung hanya 150 an, untuk permintaan pribadi banyak tapi kami batasi,” katanya

Murtopo melanjutkan, untuk isi ulang tabung oksigen kecil di tempatnya dihargai Rp 30 ribu. Sedangkan yang berukuran besar dibanderol Rp 75 ribu.

Dia mengungkapkan, akibat tingginya tabung oksigen juga membuat perusahaan penyedia bahan baku refiil oksigen membatasi pasokan.

Pihaknya menyatakan, karena tingginya permintaan tabung oksigen juga membuat harga jual tabung mengalami kenaikan cukup drastis.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, kata dia untuk satu buah tabung oksigen kecil dijual Rp 900 sampai 1 juta sekarang menjadi Rp 2,5 juta. Sementara ukuran besar dari harga Rp 1,9 juta menjadi Rp 3,5 juta bahkan ada yang menawar sebesar Rp 4 juta.

“Tetapi saya tidak mau kasihan. Jika pun ingin menambah stok tabung oksigen lebih baik saya ambil pinjaman daripada menaikkan harga jual,” paparnya

Kesulitan mencari tabung oksigen dialami Adi Nugroho warga Kabupaten Kendal. Dia rela datang jauh-jauh ke Salatiga untuk mendapatkan tabung oksigen, tetapi rata-rata agen tidak bersedia menjualnya.

Adi bercerita telah mencari informasi penjual tabung oksigen baik di Kabupaten Kendal, Kota Semarang sampai kemudian di Salatiga.

“Untuk kebutuhan pasien Covid-19. Kakak saya isoman kalau bisa pinjam ya kami akan pinjam atau sewa tetapi tadi tidak diijinkan. Sangat kesulitan, untuk dua hari ini saya mencari. Kemarin dapat beli ukuran kecil di Semarang,” jelasnya

Adi mengaku untuk tabung oksigen kecil dia membeli sekira Rp 1,6 juta. Tetapi, tabung tersebut memiliki keterbatasan hanya mampu mencukupi kebutuhan oksigen kakaknya dari pagi sampai malam. (rief)

BACA JUGA :

PT Jasamarga Semarang Batang melakukan uji kekesatan (Skid Resistance Test) di Ruas Tol Semarang–Batang sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pengujian ini bertujuan mengukur daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan agar risiko kendaraan tergelincir dapat diminimalkan, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pemeliharaan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Ternyata Jalan Tol Rutin Jalani Uji Kekesatan Jalan, Apa Itu dan Mengapa Penting?
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Kementerian Agama Kabupaten Semarang meluncurkan Program Pohon Cinta secara serentak di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (14/7/2026), dengan mewajibkan setiap calon pengantin menanam sedikitnya satu pohon. Program yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi ini bertujuan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mendukung penghijauan di Kabupaten Semarang. Hingga kini, sekitar 6.600 bibit pohon telah ditanam melalui program tersebut.
Catin di Kabupaten Semarang Wajib Tanam "Pohon Cinta" Sebelum Menikah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah