URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani, bersama Bagian Kesra Setda Kota Salatiga, menerima audiensi dengan Jamaah Al Khidmah Kota Salatiga terkait rencana penyelenggaraan Haul Akbar 2024. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota pada Kamis (03/10/2024).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Yasip Khasani Terima Jamaah Al-Khidmah Salatiga, Berencana Gelar Haul Akbar 2024

Yasip Khasani Terima Jamaah Al-Khidmah Salatiga, Berencana Gelar Haul Akbar 2024

Yasip Khasani Terima Jamaah Al-Khidmah Salatiga, Berencana Gelar Haul Akbar 2024

[rasika_gambar_utama show_caption="no" show_description="no"]
[rasika_gambar_description]
[rasika_gambar_caption]
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pj. Wali Kota Salatiga Yasip Khasani didampingi Bagian Kesra Setda Kota Salatiga menerima Audiensi dengan Jamaah Al Khidmah Kota Salatiga terkait rencana penyelenggaraan Haul Akbar tahun 2024. Kunjungan diterima di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (03/10/24).

Ketua Panitia Haul Akbar 2024, Anindita, menyampaikan bahwa Jamaah Al-Khidmah berencana akan menyelenggarakan Haul Akbar 2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2024 bertempat di Rumah Dinas Walikota dengan tema Haul Akbar Menuju Pilkada yang Damai 2024.

Dalam penyelenggaraannya, panitia berencana untuk mengundang ketiga Calon Wali Kota Salatiga untuk hadir. Serta meminta bantuan kepada pemerintah Kota Salatiga berupa jamuan, panggung, genset, sound system serta tenda.

Selanjutnya, pengurus meminta arahan dari Pj Wali Kota Salatiga terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Yasip memberikan saran kepada panitia untuk terlebih dahulu konsultasi dengan Bawaslu dan KPU terkait rencana untuk mengundang ketiga Calon Wali Kota Salatiga. Untuk penggunaan Rumah Dinas Yasip mengijinkan serta untuk bantuan jamuan dan lain sebagainya agar bisa berkoordinasi dengan Bagian Umum.

“Monggo kalau mau diselenggarakan di Rumah Dinas, untuk jamuan dan yang lainnya silakan koordinasi dengan Bagian Umum mana yang bisa dipenuhi oleh Bagian Umum, mana yang harus disediakan oleh Panitia,” kata Yasip.

BACA JUGA :

Peringatan HUT ke-60 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sri Kukus Redjo Gunung Kalong berlangsung khidmat dan semarak dalam balutan doa bersama dan perayaan Laa Gwee Cap Kouw yang diikuti ratusan umat dari unsur Khonghucu, Buddha, dan Tao. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan TITD Sri Kukus Redjo Gunung Kalong dan dipimpin oleh Ketua Yayasan, Tjoa Lie Lie, yang turut mengoordinasi rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut digelar di Vihara Gunung Kalong, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Sabtu malam, 12 Juli 2025.
HUT ke-60 Vihara Gunung Kalong dan Laa Gwee Cap Kouw, Ratusan Umat Tri Dharma Doakan Perdamaian Indonesia
Dukung Tionghoa saat Doa Arwah, Perajin di Salatiga Membuat Miniatur Rumah Kouw Coa
Dukung Tionghoa saat Doa Arwah, Perajin di Salatiga Membuat Miniatur Rumah Kouw Coa
Menjelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada Rabu (29/1/2025), umat Konghucu di Kelenteng Hok Tek Bio, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Kamis (23/1/2025) melakukan pembersihan patung dewa atau rupang dan wadah abu sembahyang.
Jelang Tahun Baru Imlek, Umat Konghucu di Salatiga, Bersihkan Patung Dewa
Pada Jumat malam, 26 Juli 2024, sekitar 5.000 warga memadati kawasan Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Sri Kukus Redjo Gunung Kalong di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, untuk merayakan Lak Gwee Cap Kauw 2575 Makco Kwan She Im Po Sat (Dewi Kwan Im). Perayaan bertema "Dragon Cultural Night of Gunung Kalong" ini menampilkan lampion naga sepanjang 500 meter sebagai simbol kemakmuran dan kesuksesan.
Naga Sepanjang 500 Meter Pukau Warga dalam Perayaan Hari Kesempurnaan Dewi Kwan Im di TITD Sri Kukus Redjo Gunung Kalong Ungaran
Sebanyak 193 jemaah haji dari Kabupaten Semarang yang tergabung dalam kloter 56 dan 57 telah tiba di tanah air pada Selasa (9/7/2024). Mereka dijemput menggunakan bus dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali dan diantar menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran.
Jemaah Haji Kloter 56 dan 57 Asal Kabupaten Semarang Tiba di Tanah Air
Dua gentong batu padas dari abad ke-15 yang digunakan untuk menampung air wudlu masih tersimpan di Masjid Syahidin, Desa Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang. Gentong-gentong tersebut diduga berasal dari masa awal penyebaran Islam di Jawa dan telah terdaftar sebagai benda cagar budaya oleh Disdikbudpora Kabupaten Semarang.
Masjid Gentong Banyukuning, Jejak Penyebaran Islam di Bandungan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved