RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga mulai melirik potensi pangan alternatif sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan di masa depan. Langkah ini diwujudkan melalui panen perdana tanaman sorgum dan padi kering sebagai bagian dari pilot project ketahanan pangan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Budidaya Ikan (BBI) Pulutan pada Senin, 13 April 2026 tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah kota. Pengembangan sorgum dinilai menjadi solusi efektif untuk memanfaatkan lahan-lahan hijau yang selama ini belum tergarap secara optimal di wilayah Salatiga.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menilai keberhasilan pertumbuhan sorgum di lahan uji coba ini merupakan bukti bahwa diversifikasi pangan sangat mungkin dilakukan di tingkat lokal, terutama pada lahan hijau yang belum dimanfaatkan. “Jadi kita tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas saja,” ujarnya saat meninjau hasil panen.
Meski hasil panen sorgum tergolong optimal, Wali Kota mengakui bahwa hasil untuk padi kering masih perlu dievaluasi karena hasilnya belum maksimal. Ia menyoroti beberapa tantangan teknis yang muncul selama masa tanam, mulai dari gangguan hama hingga manajemen waktu panen.
“Ke depan, dengan pengawasan yang lebih intensif, hasilnya tentu akan lebih optimal lagi, namanya juga pilot project, yang terpenting kita sudah buktikan kalau padi kering dan sorgum ini bisa tumbuh dengan baik di tanah Salatiga. Kendala seperti hama burung dan waktu panen yang belum tepat akan kita perbaiki di siklus berikutnya,” jelas Robby.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan program ini ke depannya terletak pada perawatan yang lebih disiplin. Dengan pengawasan yang lebih baik, sorgum diharapkan tidak hanya menjadi tanaman alternatif, tetapi bisa naik kelas menjadi komoditas unggulan baru yang mendorong kemandirian pangan warga.