URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembangunan pasar tradisional menjadi konsen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Anggaran Rp360 miliar disiapkan untuk merevitalisasi 79 pasar tradisional di beberapa daerah di Jateng. Program ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo melalui program revitalisasi 5.000 pasar tradisional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

79 Pasar Tradisional di Beberapa Daerah Jateng Direvitalisasi

79 Pasar Tradisional di Beberapa Daerah Jateng Direvitalisasi

79 Pasar Tradisional di Beberapa Daerah Jateng Direvitalisasi

featured-img

BREBES – Warsih,60, tak bisa menutupi rasa bahagianya. Pasar kumuh tempat ia mengadu nasib sehari-hari kini telah dirobohkan dan mulai dibangun jauh lebih baik.

Pasar Bawang Sengon namanya. Terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Pasar yang biasa digunakan Warsih dan puluhan pedagang berjualan bawang itu mendapatkan bantuan keuangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo senilai Rp3 miliar. Pasar itu telah direvitalisasi dan rencananya selesai Desember 2022.

“Ya seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang,” kata Warsih.

Dulu, pasar itu kerap bocor saat hujan turun. Lantainya juga becek karena tumpahan air hujan. Selain itu, kios dan los yang digunakan sangat sempit.

“Sekarang sepertinya lebih besar ukurannya. Senanglah pasti, lebih luas sehingga nyaman. Losnya juga sepertinya diperbanyak. Harapannya jadi lebih ramai dan rejeki para pedagang lancar,” harapnya.

Ganjar sendiri menyempatkan waktu mengecek pembangunan pasar Bawang Sengon disela kunjungannya di Brebes, Rabu (2/11). Ganjar mengecek dengan detil proses pembangunan dan meminta kualitas benar-benar dijaga.

“Ini saya cek dan baru 17 persen, dan ini musti selesai di Bulan Desember. Maka saya mengingatkan pakem, pakemnya adalah integritas. Yang penting kualitas bagus. Kalau kita cek di awal begini, ada kekurangan kita kasih kesempatan segera diperbaiki ” katanya.

Ganjar menegaskan tidak boleh ada korupsi ataupun pungli dalam pembangunan pasar ini. Kalau ada yang minta-minta, segera dilaporkan padanya.

“Maka saya minta kepada kontraktornya, tolong pasar ini dibuat sebaik mungkin karena yang akan menggunakan adalah rakyat. Kalau kualitas bagus, pasti awet, pedagang akan mendapatkan bangunan dengan kualitas yang terbaik,” jelasnya.

Sejak memimpin Jawa Tengah 2013 lalu, pembangunan pasar tradisional memang menjadi konsen Ganjar. Tak tanggung-tanggung, Ganjar sudah menggelontorkan anggaran Rp360 miliar untuk merevitalisasi 79 pasar tradisional di beberapa daerah di Jateng. Program ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo melalui program revitalisasi 5.000 pasar tradisional.

“Kenapa kita harus bantu pedagang pasar trasional, ya kalau yang modern sudah banyak dan kwlasnya pasti menengah ke atas. Sekarang yang kita pikirkan yang kelas bawah,” kata Ganjar.

Ganjar juga mengatakan tidak melepas pembangunan pasar tradisional ke investor. Semua pasar tradisional dibangun dengan anggaran pemerintah.

“Kalau dikasih investor kan pedang kesulitan. Biayanya bisa ugal-ugalan. Maka sudah kita putuskan kita tangani sendiri. Maka rakyat yang paling bawah yang hari ini musti diberikan perhatian termasuk ini bagian dari tanggung jawab kita kepada mereka yang lemah. Bakul-bakul ini juga marhaein soalnya,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga