URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Kampung Ledok, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat pada Senin, 24 Maret 2025, sekitar pukul 07.00 WIB di sebidang tanah milik Lasin.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Ledok Salatiga Geger, Anak Kecil Temukan Granat

Warga Ledok Salatiga Geger, Anak Kecil Temukan Granat

Warga Ledok Salatiga Geger, Anak Kecil Temukan Granat

Tim jihandak saat cek lokasi granat
featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Warga Kampung Ledok RT 03 RW 07, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, dihebohkan dengan penemuan sebuah granat pada Senin (24/3/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Kapolres Salatiga, AKBP Veronica, didampingi Plh Kasi Humas IPDA Sutopo, mengungkapkan bahwa granat tersebut ditemukan di sebidang tanah milik Lasin.

AKBP Veronica menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi mata bernama Mustakim dan dua anaknya, penemuan granat bermula saat mereka berjalan-jalan subuh ke Taman Tingkir sekitar pukul 05.00 WIB. Saat perjalanan pulang sekitar pukul 07.00 WIB, salah satu anak Mustakim, Sdri Ayla, menemukan benda mencurigakan di tanah kosong tersebut dan menunjukkannya kepada ayahnya.

“Pada saat perjalanan pulang sekitar pukul 07.00 WIB, granat ditemukan oleh Sdri Ayla kemudian diperlihatkan kepada ayahnya. Kemudian Mustakim melarang dan mengamankan granat tersebut,” jelasnya.

Setelah berkonsultasi dengan Teguh (anggota Polri Kabupaten Semarang) dan Sudiro (anggota Koramil Tingkir), mereka menyarankan agar granat dikembalikan ke tempat semula dan aparat setempat segera dihubungi.

“Awalnya sempat dikira harta karun. Tapi ternyata granat jenis nanas,” terangnya.di lokasi, hingga berita ini diturunkan, area penemuan sudah diamankan oleh Polres Salatiga dengan pemasangan police line. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan Gegana Polda Jateng untuk langkah pengamanan lebih lanjut, termasuk kemungkinan disposal (penjinakan bahan peledak).

AKBP Veronica saat diwawancarai media

BACA JUGA :

Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting