KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Kasus penelantaran bayi lima hari terungkap setelah Polres Salatiga mengamankan sepasang mahasiswa pelaku. Peristiwa itu terjadi di Panti Asuhan Salib Putih, Kota Salatiga, Januari 2026, dipicu rasa takut dan malu. Polisi mengungkap kasus melalui laporan warga, penyelidikan, dan pendekatan restorative justice.
Foto Arief Rasika
Kapolres Salatiga menunjukkan barang bukti kardus yang digunakan untuk menelantarkan bayi

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Sepasang mahasiswa di Salatiga tega menelantarkan bayi laki-laki yang baru berusia lima hari di salah satu panti asuhan dikawasan Salib Putih kota Salatiga. Kasus yang sempat menggegerkan warga itu kini berhasil diungkap Polres Salatiga.

Bayi malang tersebut ditemukan di aula Panti Asuhan Salib Putih, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, bayi berada di dalam sebuah kardus tanpa identitas orang tua yang jelas.

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, menjelaskan bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan berusia sekitar lima hari, dengan berat badan sekitar 3 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi. Demi memastikan kondisi kesehatannya, bayi segera dibawa ke IGD RSUD Kota Salatiga,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Pendapa Mapolres Salatiga, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim Polres Salatiga menemukan petunjuk penting terkait pasangan muda yang sebelumnya mendatangi RSUD Kota Salatiga untuk proses persalinan pada Selasa (13/1/2026).

Pengembangan lebih lanjut mengarah pada dua terduga pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Salatiga. Keduanya masing-masing berinisial MF 21 dan NAA 21, warga Grabag, Kabupaten Magelang. Keduanya berhasil diamankan petugas di sebuah indekos wilayah Kota Salatiga.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah menelantarkan bayi tersebut. Alasan utama mereka adalah rasa takut dan malu jika peristiwa kelahiran bayi itu diketahui oleh orang tua masing-masing, serta keinginan untuk melepaskan tanggung jawab pengasuhan.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 429 KUHP tentang penelantaran anak di bawah umur, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun,” jelas Ade Papa Rihi.

Namun demikian, atas permohonan kuasa hukum serta keluarga kedua belah pihak, diajukan penyelesaian melalui restorative justice. Proses tersebut dilaksanakan di aula Mapolres Salatiga dan dihadiri orang tua kedua pelaku, kuasa hukum, serta para tersangka.

Hasil kesepakatan menyebutkan, kedua pelaku akan dinikahkan dalam waktu paling lama tujuh hari. Apabila kesepakatan tersebut tidak dilaksanakan, proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Salatiga menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan masyarakat secara profesional dan humanis. “Hukum harus ditegakkan, namun nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama,” tandas Kapolres.

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]