SEMARANG – Kepolisian masih belum menemukan beberapa bagian tubuh yang hilang dari temuan jasad tak utuh dan terbakar di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9/2022) malam lalu.
Diketahui, jasad yang identik dengan saksi korupsi atau pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paul ditemukan meninggal dalam kondisi hangus sudah tulang belulang dengan badan tak utuh. Keadaan jasad saat ditemukan ini tanpa kepala, kedua telapak tangan dan kaki kanan hilang.[irp posts=”42469″ name=”Polisi Klaim Temuan Mayat Tak Utuh dan Motor yang Terbakar di Marina Adalah Korban Tindak Kejahatan”][irp posts=”42512″ name=”Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Lokasi Temuan Jasad Tanpa Kepala di Marina”]
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, potongan tubuh yang hilang ini masih dalam proses pencarian dan penyelidikan kepolisian. Dirinya juga belum dapat memastikan apakah jasad yang tak utuh itu adalah korban mutilasi atau bukan.
Hal tersebut Irwan sampaikan karena lokasi penemuan mayat dan motor yang hangus berada di kawasan terbuka. Oleh karena itu, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tak utuhnya jasad itu.
“Terkait dengan yang hilang misalnya lengan, kepala, dan seterusnya masih dalam penyelidikan. Karena ini kan di kawasan terbuka kemungkinan juga, bagian tubuh itu dibawa binatang liar juga bisa. Atau memang sengaja dihilangkan sejak awal itu juga bisa,” ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (13/9/2022).
“Tetapi, lambat laun pertanyaan kawan-kawan akan terjawab melalui proses penyelidikan yang kita lakukan,” tambahnya.
Sebelumnya, Irwan menyampaikan bahwa penemuan jasad ini adalah korban tindakan kejahatan yang dilakukan oleh oranglain. Hal itu ia pastikan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal sebelum dibakar.
“Hasil pemeriksaan Labfor, mayat yang ada di lokasi itu posisinya sudah dalam keadaan meninggal lalu dibakar. Itu artinya ini adalah kejahatan, jadi beda hasil kondisi mayat yang terbakar antara sudah meninggal baru dibakar dan masih hidup baru di bakar. Nah yang terjadi di Marina adalah sudah meninggal dulu baru dibakar. Jadi, murni ini adalah kejahatan,” paparnya.
Disisi lain, Irwan mengatakan bahwa pihaknya kini masih menunggu hasil tes DNA di Labfor Mabes Polri. Hal itu guna untuk memastikan apakah korban tersebut memang benar Iwan yang menjadi saksi kasus korupsi.