URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Inovasi UMKM di Desa Muncar, Kabupaten Semarang yang mengolah biji durian menjadi kripik lezat yang diberi label Biduan. Terinspirasi dari banyaknya sampah biji durian yang terbuang sia-sia, ibu-ibu PKK di Desa Muncar berhasil menciptakan produk baru yang berpotensi menjadi ikon baru desa wisata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kripik Biji Durian, Kini Jadi Makanan Tradisional, Khas Desa Muncar

Kripik Biji Durian, Kini Jadi Makanan Tradisional, Khas Desa Muncar

Kripik Biji Durian, Kini Jadi Makanan Tradisional, Khas Desa Muncar

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Dari dulu, Durian menjadi komoditas yang sangat disukai banyak kalangan. Rasanya yang legit dan aroma buahnya yang khas menjadikan buah ini dijuluki King of Fruit atau raja dari segala buah.

Namun di Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang tidak hanya buahnya yang dimanfaatkan. Biji buah durian atau disebut pongge oleh ibu-ibu PKK kini disulap menjadi camilan kripik yang renyah dan gurih, yang mereka beri label Biduan.

Kepada rasikafm.com Pengurus Pokdarwis Desa Muncar Yessica Monica mengaku ide awal pembuatan kripik biji durian karena melihat banyaknya sampah biji durian yang terbuang sia-sia. Terlebih Desa Muncar salah satu desa sentra durian.

“Masyarakat memiliki banyak pohon durian lalu dijual buahnya. Sehingga banyak sekali limbah-limbah durian tersebut yaitu biji duriannya itu,” ungkap Yessica sabtu (4/3/2023).

Biji itulah kemudian dimanfaatkan ibu-ibu PKK untuk dijadikan UMKM dengan memanfaatkan barang yang terbuang dan tidak berguna.

“Ibu-Ibu PKK bersama KKN yang ada disini membuat kripik durian ini menjadikan ikon yang baru untuk desa wisata Muncar ini,” terangnya.

Dikatakan untuk proses pembuatan kripik, biji durian terlebih dahulu dicuci lalu direndam dengan larutan garam seharian untuk menghilangkan getahnya. Kemudian dipotong tipis-tipis dan langsung bisa digoreng.
“Bumbunya hanya menggunakan bawang dan garam untuk rasa original,” bebernya.

Yessica mengaku selain dibuat untuk kripik, biji durian juga dibuat untuk pangsit. Varian rasa kripik dan pangsit durian sudah ada beberapa diantaranya original dan pedas.

“Ini juga sedang mencoba mencari rasa baru yang cocok untuk kripik dan pangsit tersebut,” terangnya.

Yessica membeberkan kripik durian yang diberi nama biduan itu dijual dengan harga mulai Rp 7 ribu untuk kemasan 65 gram. Sementara untuk produksi dalam seminggu mencapai 100-1.000 kemasan.

“Kita pasarkan kripik ini di tempat oleh-oleh di Kabupaten Semarang. Lalu juga dengan menerima pesanan melalui online,” terang dia.

– Yessica Monica saat diwawancarai Rasika
– Suasana pembuatan kripik Biduan

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026